KUDUS, Kaifanews – Inovasi fesyen karya mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK) mendapat sambutan positif dari masyarakat saat diperkenalkan pada kegiatan Car Free Day (CFD) Kudus, Minggu 19 Juli 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Melalui brand Wiguna, Tim Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) UMK menghadirkan produk fesyen multifungsi yang memadukan unsur budaya lokal, kreativitas, dan konsep ramah lingkungan.

Sejak pagi, stan Wiguna dipadati pengunjung yang ingin melihat langsung berbagai produk inovatif hasil karya mahasiswa. Tidak sedikit masyarakat yang mencoba demonstrasi penggunaan produk yang dapat difungsikan dalam lebih dari satu bentuk. Respons positif tersebut bahkan berujung pada delapan transaksi pre-order selama kegiatan berlangsung, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap produk yang ditawarkan.

Ketua Tim Wiguna, Nurul Dian Safitri, mengatakan bahwa keikutsertaan dalam CFD menjadi momentum penting untuk memperkenalkan produk sekaligus memperoleh masukan secara langsung dari masyarakat.

“Car Free Day menjadi kesempatan yang sangat baik bagi kami untuk bertemu langsung dengan masyarakat. Selain memperkenalkan keunikan produk Wiguna, kami juga memperoleh berbagai masukan yang sangat bermanfaat untuk pengembangan produk ke depan. Alhamdulillah, delapan pengunjung langsung melakukan pre-order setelah mencoba produk kami. Hal ini menjadi motivasi bagi tim untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Mahasiswa UMK Kenalkan Fesyen Multifungsi Berbasis Budaya Lokal di CFD Kudus
Mahasiswa Wirausaha (P2MW) UMK menghadirkan produk fesyen pada kegiatan Car Free Day (CFD) Kudus, Minggu 19 Juli 2026. (istimewa)

Wiguna merupakan usaha mahasiswa binaan P2MW yang mengembangkan produk fesyen berbahan denim dan Batik Pesisir Muria. Berbagai produk yang dikembangkan mengusung konsep multifungsi, di antaranya Totevest 2 in 1 yang dapat diubah dari tote bag menjadi rompi, Topi 3 in 1 yang dapat digunakan sebagai topi, sling bag, maupun obi belt, serta bag charm yang dibuat dari sisa material produksi sebagai implementasi konsep zero waste.

Menurut Dian, produk Wiguna dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan fesyen yang praktis tanpa meninggalkan nilai estetika maupun identitas budaya daerah. Perpaduan denim dengan Batik Pesisir Muria menjadi ciri khas yang membedakan Wiguna dari produk sejenis, sekaligus menjadi upaya memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas. Selain itu, pemanfaatan limbah produksi menjadi aksesori bernilai ekonomis mencerminkan komitmen tim terhadap prinsip keberlanjutan.

“Kegiatan promosi di CFD merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha yang didukung Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Ke depan, Tim Wiguna akan terus memperluas jangkauan pemasaran melalui pameran, bazar, media digital, hingga kolaborasi dengan berbagai mitra,” tandasnya. (*)