KUDUS, Kaifanews — Suasana duka atas wafatnya Chairman PT Djarum Michael Bambang Hartono terlihat begitu kuat di area GOR Djarum Jati, Kabupaten Kudus, Ratusan karangan bunga ucapan belasungkawa dari berbagai kalangan memenuhi halaman gedung olahraga tersebut sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada salah satu tokoh industri nasional itu.
Dari pantauan di lokasi, deretan karangan bunga tampak berjajar rapi mulai dari pintu masuk tamu VIP di sisi utara hingga area selatan yang difungsikan sebagai lokasi parkir. Ucapan belasungkawa datang dari berbagai instansi, mulai dari perusahaan, lembaga pendidikan, organisasi olahraga, hingga komunitas masyarakat.
Beberapa di antaranya berasal dari Pemkab Kudus, Forkopimda, DPRD Kabupaten Kudus, perusahaan, perhotelan, mitra Djarum, hingga sekolah dan perguruan tinggi di wilayah Kudus dan sekitarnya.
Senior Manager Public Affairs PT Djarum, Purwono Nugroho, mengatakan bahwa karangan bunga tersebut merupakan bentuk perhatian dan penghormatan dari berbagai pihak yang memiliki kedekatan maupun hubungan kerja dengan almarhum.
“Karangan bunga yang dikirim merupakan bentuk atensi dari berbagai pihak atas wafatnya beliau,” ujarnya pada Senin (23/3/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang telah menunjukkan empati dan dukungan moral kepada keluarga besar almarhum melalui kiriman karangan bunga maupun doa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mengirimkan karangan bunga dan memberikan perhatian. Kami juga memohon doa dari masyarakat,” katanya.
Di tengah suasana duka, persiapan di area GOR Djarum Jati juga terlihat terus dilakukan. Sejumlah petugas keamanan tampak mengatur arus kedatangan pelayat yang terus berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Selain itu, panitia juga melakukan berbagai persiapan teknis, termasuk gladi bersih, guna memastikan seluruh rangkaian prosesi penghormatan berjalan tertib dan khidmat.
Sebagaimana diketahui, Michael Bambang Hartono meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu Singapura. Kepergiannya menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi dunia usaha, tetapi juga bagi masyarakat Kudus yang selama ini merasakan dampak dari kiprah usahanya.
Michael Bambang Hartono dikenal sebagai salah satu pengusaha berpengaruh di Indonesia. Bersama saudaranya, Robert Budi Hartono, ia mengembangkan Djarum menjadi perusahaan besar yang memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.
Lahir di Kudus pada 2 Oktober 1939, ia merupakan putra Oei Wie Gwan, pendiri Djarum. Selain aktif di dunia bisnis, almarhum juga dikenal memiliki kepedulian tinggi terhadap kegiatan sosial melalui Djarum Foundation yang bergerak di bidang pendidikan, olahraga, lingkungan, dan budaya.
Bagi banyak pihak, deretan karangan bunga yang memenuhi halaman GOR Djarum Jati bukan sekadar simbol duka, tetapi juga menjadi penanda besarnya pengaruh dan jejak pengabdian Michael Bambang Hartono selama hidupnya.
“Karangan bunga ini menjadi bukti betapa banyak pihak yang merasa kehilangan sosok beliau,” tandasnya. (*)








