KUDUS, Kaifanews — Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kudus hingga 31 Maret 2026 tercatat mencapai 24,95 persen dari target tahunan. Capaian ini dinilai nyaris memenuhi target ideal triwulan pertama yang berada di angka 25 persen.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Djati Solechah, menyebut capaian tersebut masih dalam jalur yang tepat meski belum sepenuhnya menyentuh angka ideal.
Dari data yang dihimpun, APBD 2026 sebesar Rp. 713.937.718.450 dengan realisasi sampai dengan 31 Maret 2026 sebesar Rp. 178.133.312.488 yang mana artinya hanya selisih 0,5 persen dari target ideal.
“Kalau dihitung triwulan pertama harusnya 25 persen, ini kita di 24,95 persen, jadi selisihnya sangat tipis. Masih on track,” ujarnya saat ditemui pada Selasa 14 April 2026.
Ia menjelaskan, belum maksimalnya capaian pada awal tahun dipengaruhi pola pembayaran beberapa jenis pajak yang tidak merata sepanjang tahun. Salah satunya Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang realisasinya masih rendah karena distribusi Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) baru dilakukan mendekati bulan Ramadan.
“PBB ini memang belum maksimal karena SPPT baru didistribusikan dan bertepatan dengan Ramadan serta Lebaran. Biasanya tren pembayaran PBB itu justru di Juli sampai Agustus,” jelasnya.
Meski demikian, pihaknya optimistis target PAD tahun 2026 tetap dapat tercapai, mengingat pola penerimaan pajak yang cenderung meningkat di semester kedua.
“Kami optimistis, karena setiap tahun pola seperti ini dan realisasinya bisa mencapai bahkan di atas 100 persen,” tandasnya. (*)








