KAIFA – Pasar aset kripto kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa (2/12/2025). Sikap hati-hati investor global mendorong arus keluar dari instrumen berisiko, sehingga mayoritas koin berkapitalisasi besar berguguran sejak pembukaan pasar.
Data CoinMarketCap menunjukkan Bitcoin (BTC) turun ke kisaran US$86.631, melemah sekitar 1% dalam sehari dan 1,5% selama sepekan. Kapitalisasi pasarnya ikut menipis menjadi sekitar US$1,72 triliun, menandakan sentimen penguatan yang sempat muncul awal bulan kembali luntur. Ethereum (ETH) juga mengikuti tekanan serupa, terkoreksi hampir 2% dalam 24 jam dan jatuh ke US$2.801.
Altcoin mencatatkan pelemahan lebih dalam. Solana (SOL) merosot lebih dari 8% dalam sepekan, sementara XRP anjlok lebih dari 10%. Dogecoin (DOGE) mencatat penurunan serupa. Hanya dua stablecoin besar, USDT dan USDC, yang bertahan stabil di kisaran nilai dolarnya.
Pelemahan pasar ini berkelanjutan setelah Bitcoin sempat longsor hingga 5% pada perdagangan Senin (1/12). Dalam tiga hari, harga BTC terperosok dari sekitar US$91.000 ke level US$84.000, memicu keraguan terhadap kemungkinan reli akhir tahun meski ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed semakin kuat.
Tekanan tambahan juga datang dari kekhawatiran bahwa Bank of Japan (BOJ) dapat menaikkan suku bunga lebih cepat. Potensi perubahan kebijakan ini menimbulkan risiko unwinding carry trade berbasis yen, yang selama ini menjadi salah satu sumber likuiditas ke aset berisiko termasuk saham teknologi AS dan kripto.
Co-Founder BitMEX Arthur Hayes menilai pasar sudah mulai memasukkan skenario kenaikan suku bunga BOJ ke dalam harga Bitcoin. Di sisi lain, CEO deVere Group Nigel Green menyebut gerak BTC belakangan ini semakin selaras dengan performa saham teknologi AS. Menurutnya, penurunan Nasdaq belakangan turut menyeret Bitcoin sebagai indikator awal penurunan selera risiko global.
Fokus pelaku pasar kini tertuju pada pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pada 9–10 Desember. Probabilitas penurunan suku bunga acuan disebut mendekati 87 persen, namun ketidakpastian sebelum keputusan resmi membuat pasar kripto tetap rentan terhadap tekanan jual. (Mr)








