JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terperosok hingga lebih dari 1% pada penutupan perdagangan Senin, 2 Maret 2026, akibat tekanan jual investor asing. Namun, fenomena menarik terjadi saat deretan saham sektor minyak dan gas (migas) justru melesat tajam melawan arus pelemahan pasar.
Sentimen kenaikan harga minyak mentah dunia menjadi pemicu utama investor memburu saham-saksi energi untuk mengamankan portofolio mereka. Kondisi ini menciptakan anomali pasar yang memicu perdebatan di kalangan pengamat ekonomi mengenai ketahanan indeks saham domestik.
IHSG Tertekan Aksi Jual Asing
IHSG mengakhiri sesi perdagangan dengan koreksi tajam di bawah level psikologis karena aksi lepas saham oleh pemodal besar. Sektor perbankan dan teknologi menjadi beban utama yang menyeret turun performa indeks pada hari ini.
Kekhawatiran terhadap inflasi global memicu spekulasi pasar yang membuat investor cenderung bersikap defensif dan menghindari aset berisiko. Para analis mencatat adanya arus modal keluar yang cukup masif dari pasar modal Indonesia dalam sepekan terakhir.
Saham Migas Jadi Penyelamat Portofolio
Di tengah kemerahan pasar, saham-saham di sektor migas justru mencatatkan kenaikan harga yang sangat signifikan. Investor melihat peluang keuntungan besar seiring dengan meroketnya harga energi di pasar komoditas internasional.
Saham-saham top gainers tersebut adalah PT Elnusa Tbk (ELSA) melonjak 17,06% ke level Rp 995, PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) melejit 16,35% ke Rp 242, dan PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) melesat 14,52% ke Rp 284.
Selanjutnya saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menanjak 13,35% ke Rp 1.995 dan PT Mendco Energi Internasional Tbk (MEDC) meningkat 12,46% ke Rp 1.940.
Saham seperti MEDC dan ELSA menjadi motor penggerak sektor energi yang mampu bertahan dari hantaman aksi jual. Volume perdagangan saham-saham ini meningkat drastis dibandingkan dengan rata-rata harian pada periode sebelumnya.
Analisis Sentimen Global dan Domestik
Kenaikan harga minyak mentah dunia dipicu oleh gangguan pasokan serta ketegangan geopolitik yang kembali memanas. Hal ini memberikan angin segar bagi perusahaan eksplorasi dan jasa penunjang migas di tanah air.
Meski demikian, pelemahan IHSG memberikan sinyal waspada bagi para pelaku pasar untuk tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan. Penguatan sektor energi mungkin bersifat sementara tergantung pada stabilitas harga komoditas dalam beberapa waktu ke depan.








