KUDUS, Kaifanews — Rencana pembangunan ulang Stadion Wergu Wetan mulai memasuki fase krusial. Pemerintah Kabupaten Kudus tengah menyiapkan proses lelang terbuka untuk material bongkaran stadion lama yang nilainya ditaksir hampir menyentuh Rp 1 miliar.
Berdasarkan hasil penilaian dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), total nilai ekonomis material bekas stadion mencapai sekitar Rp 969,34 juta. Nilai tersebut berasal dari berbagai komponen bangunan yang dinilai masih layak pakai maupun memiliki nilai jual.
Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kudus, Djati Solechah menjelaskan, appraisal tersebut menjadi pijakan utama sebelum aset dilepas melalui mekanisme lelang resmi.
“Penaksiran dari KJPP menunjukkan nilai bongkaran stadion sekitar Rp 969,34 juta, karena masih ada material yang bisa dimanfaatkan kembali,” ujarnya saat dihubungi pada Selasa 21 April 2026.
Menurutnya, proses lelang akan digelar secara terbuka dengan menggandeng Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Semarang. Sistem ini memungkinkan berbagai pihak untuk ikut serta, tidak terbatas hanya pada vendor tertentu, selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
“Lelang dilakukan terbuka sesuai aturan. Siapa pun yang memenuhi syarat bisa ikut, tidak hanya vendor tertentu,” katanya.
Meski begitu, detail teknis seperti mekanisme pembelian, daftar material yang dilepas, hingga harga limit akan diumumkan secara resmi saat tahapan lelang dibuka. Informasi tersebut nantinya dapat diakses publik melalui kanal resmi lelang pemerintah.
Di sisi lain, sebagian material yang masih memiliki nilai guna dimungkinkan tidak seluruhnya dilepas, melainkan dipilah sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Harry Wibowo menegaskan bahwa pembongkaran stadion menjadi bagian penting dari tahapan awal pembangunan stadion baru.
“April hingga Mei ini fokus pada pembongkaran dan appraisal aset. Sambil berjalan, proses pengosongan stadion juga dilakukan,” jelasnya.
Ia menyebut, target penyelesaian pembongkaran diperkirakan rampung dalam rentang waktu tersebut. Dengan demikian, jadwal lelang kemungkinan akan mengikuti setelah tahapan administrasi dan kesiapan fisik di lapangan terpenuhi.
“Harapannya setelah semua siap, lelang bisa segera dilaksanakan agar pembangunan tidak tertunda,” paparnya.
Adapun stadion baru nantinya akan dibangun dengan standar internasional mengacu pada ketentuan Asian Football Confederation (AFC), dengan kapasitas sekitar 8.000 penonton. Desainnya difokuskan khusus untuk sepak bola tanpa lintasan atletik, dilengkapi kursi tunggal di tribun, serta rencana atap yang diprioritaskan di sisi barat.
“Pembangunan fisik diperkirakan mulai pertengahan tahun, sekitar Juli hingga Agustus, setelah seluruh tahapan persiapan selesai,” tandasnya. (*)








