KUDUS, Kaifanews  Di tengah lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) dan ketidakpastian global, langkah tak biasa justru datang dari sektor kesehatan. RS Mardi Rahayu resmi menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di area gedung parkir barunya, membuka akses bagi masyarakat umum pengguna mobil listrik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Fasilitas ini menjadi yang pertama hadir di lingkungan rumah sakit di Kudus dan sekitarnya. Kehadirannya tak sekadar melengkapi sarana parkir, melainkan menjadi sinyal kuat bahwa transformasi energi bersih mulai merambah berbagai sektor, termasuk layanan kesehatan.

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, Pujianto, menegaskan bahwa keputusan ini lahir dari kesadaran akan dampak luas krisis global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berimbas pada kenaikan harga BBM.

“Kenaikan harga BBM yang terus terjadi memberikan tekanan terhadap berbagai sektor, termasuk pelayanan kesehatan. Oleh karena itu, kami memandang penting untuk kita semua mulai beralih ke sumber energi lain yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ujarnya pada Senin 20 April 2026.

Menurutnya, keberadaan SPKLU ini tidak hanya mempermudah pemilik kendaraan listrik, tetapi juga menjadi bagian dari langkah strategis membangun ekosistem energi ramah lingkungan di daerah.

Di sisi lain, langkah ini mempertegas arah baru RS Mardi Rahayu dalam mengusung konsep green energy. Rumah sakit tidak lagi hanya diposisikan sebagai tempat pelayanan medis, tetapi juga sebagai institusi yang memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan energi.

“Kami ingin rumah sakit tidak hanya menjadi tempat penyembuhan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi terhadap tantangan global, termasuk isu perubahan iklim dan ketahanan energi,” paparnya.

Dengan dibukanya SPKLU tersebut, diharapkan masyarakat semakin terdorong untuk beralih ke kendaraan listrik, sekaligus mempercepat terbentuknya ekosistem energi bersih di Kudus. Inisiatif ini juga diharapkan memicu langkah serupa dari berbagai institusi lain.

“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi, tidak hanya dalam pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam mendukung pembangunan berkelanjutan untuk Kudus yang lebih sehat,” tandasnya. (*)