JEPARA, Kaifanews – Ribuan warga tumpah ruah di Alun-Alun 1 Jepara pada Selasa malam, 14 April 2026 guna menghadiri Pengajian Akbar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-477 Kabupaten Jepara. Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat tersebut turut dihadiri Bupati Jepara Witiarso Utomo, Wakil Bupati Muhammad Ibnu Hajar, serta jajaran Forkopimda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Jepara yang akrab disapa Muhammad Ibnu Hajar atau Gus Hajar menyampaikan permohonan maaf di momen bulan Syawal sekaligus mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir sebagai wujud kecintaan terhadap Jepara. Ia menegaskan bahwa kegiatan bersholawat dan mengaji menjadi upaya spiritual agar daerah senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT.

Ia juga menyinggung bahwa April merupakan bulan yang penuh makna bagi Jepara, karena bertepatan dengan hari jadi daerah, momentum Persijap Jepara, hingga peringatan kelahiran R. A. Kartini. Oleh karena itu, masyarakat diajak untuk mempererat persatuan demi mewujudkan visi “Jepara MULUS”.

“Pembangunan Jepara tidak bisa dilakukan sendiri. Kita harus bersatu dan tidak terpecah belah agar cita-cita Jepara MULUS bisa tercapai,” tegas Gus Hajar.

Pengajian akbar ini dipandang sebagai momentum untuk refleksi bersama. Memasuki usia ke-477, Jepara tidak hanya menitikberatkan pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius sebagai dasar pembangunan yang berkelanjutan

Sementara itu, tausiyah utama disampaikan oleh Muhammad Iqdam Kholid yang menyoroti pentingnya menjaga hubungan dengan Allah (habluminallah) serta sesama manusia (habluminannas). Ia menekankan bahwa keharmonisan antara pemimpin dan masyarakat menjadi kunci agar suatu daerah mendapat keberkahan dari Allah SWT.

Sebelum menyampaikan mauidhoh hasanah, Muhammad Iqdam Kholid terlebih dahulu mengunjungi Museum RA Kartini yang berada di kawasan Pendopo Jepara. Ia pun mengapresiasi nilai sejarah tokoh R. A. Kartini, termasuk kontribusinya dalam bidang keilmuan keagamaan.

Gus Iqdam juga mengingatkan agar masyarakat menjauhi sifat sombong, serakah, dan iri hati ketika telah mencapai kemakmuran. Ia mengutip firman Allah dalam Surat Al A’raf bahwa keberkahan akan diturunkan kepada suatu daerah apabila penduduknya beriman dan bertakwa.

Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berbenah diri menjadi lebih baik dengan meningkatkan ketakwaan kepada Allah. Menurutnya, ada tiga kunci menuju ketakwaan, yakni rasa takut kepada Allah, harapan kepada-Nya, serta cinta kepada-Nya.

Melalui momentum ini, Pengajian Akbar HUT ke-477 diharapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mampu memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan masyarakat dalam mendorong Kabupaten Jepara menuju kondisi yang lebih maju dan sejahtera. (*)