KUDUS, Kaifanews — Akses penghubung vital bagi warga Desa Menawan, Kecamatan Dawe, akhirnya kembali normal setelah Jembatan Menawan yang sebelumnya rusak akibat tergerus arus sungai kini selesai diperbaiki. Peresmian jembatan tersebut dilakukan langsung Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Senin (16/3/2026).
Peresmian ditandai dengan prosesi pemotongan pita dan pemecahan kendi berisi air bunga sebagai simbol bahwa jembatan tersebut kembali dapat dimanfaatkan masyarakat. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus Hary Wibowo, jajaran Forkopimcam, serta perangkat desa setempat.
Jembatan yang sebelumnya dibangun pada 2016 itu mengalami kerusakan cukup parah pada 12 Januari 2026 setelah diterjang derasnya arus sungai. Selain faktor banjir, usia konstruksi yang sudah hampir satu dekade juga menjadi salah satu penyebab melemahnya struktur bangunan.
Akibat kerusakan tersebut, akses warga terutama di RW 4 Desa Menawan sempat terputus. Kondisi ini berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, distribusi hasil pertanian, hingga akses pelajar menuju sekolah dan warga menuju fasilitas layanan publik.
Sebagai solusi darurat, warga bersama aparat TNI dan Polri serta pemerintah desa bergotong royong membangun jembatan sementara dari bambu pada 25 Januari 2026 agar mobilitas masyarakat tetap berjalan.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menjelaskan, awalnya pembangunan jembatan sempat direncanakan menggunakan konstruksi armco dengan melibatkan TNI. Namun karena adanya penyesuaian kebijakan, pengerjaan akhirnya dikembalikan kepada Pemerintah Kabupaten Kudus.
“Karena ada arahan terkait pembangunan jembatan model armco, akhirnya pengerjaan dikembalikan kepada pemerintah daerah agar bisa segera ditangani,” ujarnya.
Ia menjelaskan, apabila dilakukan pembangunan total, kebutuhan anggaran bisa mencapai sekitar Rp1 miliar, bahkan hingga Rp4 miliar jika dilakukan pembangunan ulang secara menyeluruh dengan konstruksi baru.
Namun karena kebutuhan masyarakat sangat mendesak, Pemkab Kudus memilih langkah cepat melalui perbaikan menggunakan dana perawatan rutin dengan metode penguatan struktur menggunakan selimut beton dan pasangan batu.
“Perbaikannya menggunakan selimut beton dengan campuran batu. Batu dipasang di bagian luar lalu diperkuat beton agar konstruksinya lebih kuat,” jelasnya.
Secara teknis, jembatan tersebut memiliki bentang sekitar 8 hingga 10 meter dengan lebar sekitar 4 meter. Sementara fondasi abutmen memiliki lebar kurang lebih 3,5 meter dengan tinggi sekitar 5 meter.
Bupati juga mengungkapkan kerusakan jembatan sebelumnya diperkirakan mencapai hampir 60 persen akibat gerusan banjir yang cukup kuat.
Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam percepatan perbaikan jembatan, mulai dari OPD terkait, TNI, Polri hingga masyarakat yang turut membantu.
“Alhamdulillah dalam waktu sekitar dua minggu jembatan ini bisa selesai diperbaiki. Ini berkat kerja sama PUPR, TNI, Polri, pemerintah desa, dan masyarakat,” katanya.

Menurutnya, Jembatan Menawan memiliki peran penting karena menjadi penghubung Desa Menawan dengan Dukuh Kambangan serta wilayah lainnya yang menjadi jalur aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat.
“Ini akses yang sangat vital bagi masyarakat, termasuk untuk anak-anak sekolah yang setiap hari melintas di sini. Karena itu kami bergerak cepat supaya bisa segera digunakan kembali,” paparnya.
Ia menambahkan, meskipun pengerjaan dilakukan dalam waktu relatif singkat, kualitas konstruksi saat ini sudah mencapai sekitar 80 persen dan akan terus dilakukan penyempurnaan jika diperlukan.
“Kalau nanti ada lendutan kecil karena hujan atau beban kendaraan, akan kita lakukan penguatan lanjutan seperti pengaspalan tambahan,” ujarnya.
Bupati memastikan jembatan tersebut aman digunakan karena konstruksinya telah diperkuat dengan kombinasi beton dan rangka baja.
“Ini sudah diperkuat dengan beton dan rangka baja, sehingga tetap aman dilalui masyarakat,” tandasnya. (*)








