KUDUS, Kaifanews — Persiku Kudus dipastikan tidak akan menggunakan Stadion Wergu Wetan sebagai kandang pada kompetisi Championship musim 2026/2027. Manajemen resmi menunjuk Stadion Sultan Agung, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai homebase sementara selama mengarungi kompetisi kasta kedua sepak bola nasional.
Keputusan tersebut diumumkan melalui media sosial resmi Persiku Kudus. Manajemen menyebut penetapan Stadion Sultan Agung dilakukan setelah melalui diskusi panjang bersama operator liga dan mengkaji sejumlah stadion alternatif yang diajukan.
“Keputusan ini diambil setelah manajemen Persiku melalui proses diskusi panjang dengan pihak operator liga terkait pemenuhan standar kriteria stadion dan mengkaji beberapa opsi stadion lain yang tersedia,” ujar Direktur Utama PT Relasi Sport Muria Indonesia, Abdul Fuad saat dikonfirmasi pada Rabu 8 Juli 2026.
Berdasarkan hasil verifikasi, Stadion Sultan Agung dinilai menjadi venue yang paling representatif karena memenuhi ketentuan regulasi penyelenggaraan kompetisi Championship, baik dari aspek keselamatan maupun kelayakan fasilitas pertandingan.
Dalam proses penentuan homebase, operator liga umumnya mempertimbangkan sejumlah aspek penting. Di antaranya kualitas lapangan sesuai standar pertandingan profesional, sistem pencahayaan yang memadai untuk laga malam, ruang ganti pemain dan perangkat pertandingan, ruang media, fasilitas siaran televisi, ruang medis, sistem keamanan, area parkir, hingga jalur evakuasi penonton.
Selain itu, stadion juga harus lolos asesmen risiko keselamatan, memiliki infrastruktur pendukung yang memadai, serta siap digunakan sepanjang musim kompetisi. Faktor tersebut menjadi bagian penting dalam proses verifikasi sebelum operator liga memberikan persetujuan penggunaan stadion.
Stadion Sultan Agung sendiri telah berulang kali menjadi lokasi pertandingan kompetisi profesional Indonesia. Stadion berkapasitas sekitar 35 ribu penonton itu memiliki fasilitas yang relatif lengkap, mulai dari tribun permanen, ruang ganti yang representatif, area media, akses kendaraan tim dan ofisial yang terpisah, hingga pengalaman sebagai tuan rumah berbagai pertandingan nasional. Pengalaman tersebut menjadi salah satu nilai lebih dibanding sejumlah stadion lain yang masih membutuhkan pembenahan.
Manajemen Persiku mengakui keputusan berkandang di Bantul bukan pilihan yang mudah karena jarak dari Kudus mencapai lebih dari 170 kilometer. Kondisi tersebut membuat pemain, ofisial, maupun suporter harus menempuh perjalanan lebih jauh setiap laga kandang.
Meski demikian, Persiku berharap dukungan suporter tidak surut meski harus bermain di luar Kudus selama satu musim.
“Rumah sementara kita boleh berpindah, tetapi lambang di dada dan gemuruh dukungan kalian tidak akan pernah berubah,” tulis manajemen.
Persiku juga mengajak seluruh pendukung untuk tetap menghadirkan atmosfer khas Stadion Wergu Wetan di markas sementara mereka maupun tetap mendukung dari layar kaca.
“Jarak Kudus-Bantul memang tidak dekat, tapi cinta kita ke Persiku jauh lebih hebat. Mari kita bawa atmosfer magis Wergu Wetan ke Sultan Agung. Bersama kita taklukkan Championship musim ini,” jelasnya.
Dengan penetapan Stadion Sultan Agung sebagai kandang sementara, Persiku berharap seluruh persyaratan penyelenggaraan kompetisi dapat dipenuhi sehingga tim bisa fokus menghadapi persaingan Championship musim 2026/2027.(*)








