KUDUS, Kaifanews — Pemkab Kudus menggelontorkan anggaran senilai Rp800 juta untuk pembenahan area Terminal Bakalan Krapyak. Selain mengatasi persoalan genangan air yang kerap muncul saat musim hujan, sejumlah fasilitas umum di kawasan tersebut juga mulai dibenahi agar lebih nyaman bagi peziarah dan wisatawan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus, Mundir menjelaskan, langkah pembenahan diawali dari penanganan masalah banjir yang selama ini menjadi keluhan di kawasan terminal. Saat hujan dengan intensitas tinggi, area tersebut kerap tergenang karena aliran air yang kurang lancar.
Untuk mengatasi persoalan itu, Dishub telah membangun saluran air yang melintas di bawah deretan kios. Langkah tersebut menjadi bagian dari penataan awal sebelum pembangunan sistem drainase yang lebih besar dilakukan.
“Titik awalnya karena di sini sering terjadi genangan saat hujan deras. Kemarin sudah dibuat saluran air yang melewati bawah kios untuk membantu mengurangi banjir,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 26 Juni 2026.
Menurutnya, tahun ini Pemkab Kudus kembali menyiapkan pembangunan drainase lanjutan dengan konstruksi berbentuk L yang akan mengalirkan air menuju saluran utama di bagian belakang kawasan terminal.
Saat ini proyek tersebut masih dalam proses lelang. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pekerjaan fisik diperkirakan mulai dikerjakan pada akhir Juni atau awal Juli 2026.
“Insya Allah setelah proses lelang selesai, pembangunan bisa segera dimulai. Harapannya aliran air lebih lancar sehingga genangan dapat berkurang secara signifikan,” paparnya.
Pembangunan drainase tersebut dianggarkan sekira Rp800 juta melalui APBD Kabupaten Kudus. Proyek itu ditargetkan rampung dalam waktu sekitar 120 hari kerja.
Tak berhenti pada penanganan banjir, penataan kawasan juga menyasar fasilitas pendukung yang digunakan masyarakat. Ketersediaan air bersih, toilet, musala, hingga penerangan menjadi bagian dari program pembenahan yang tengah dijalankan.
Dishub telah menambah sumber air melalui pembangunan sumur serta memperbanyak fasilitas toilet untuk menunjang kebutuhan pengunjung. Sementara itu, musala yang berada di kawasan terminal juga masuk dalam daftar fasilitas yang akan diperbaiki.
“Kemarin sudah dibuat sumur untuk mendukung kebutuhan air bersih dan penambahan toilet. Musala juga akan kita benahi agar lebih nyaman digunakan,” katanya.
Mengenai penerangan kawasan, Mundir menilai kondisinya saat ini masih cukup baik. Meski demikian, penambahan lampu tetap direncanakan sebagai bagian dari penataan menyeluruh yang terintegrasi dengan proyek pembangunan drainase.
“Untuk penerangan masih aman, tetapi nantinya akan ada fasilitas pendukung lain termasuk tambahan penerangan agar kawasan terminal semakin nyaman bagi masyarakat dan pengunjung,” tandasnya. (*)








