KUDUS, Kaifanews – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya penguatan pendidikan yang mampu menjangkau seluruh anak tanpa terkecuali.
Hal itu disampaikan saat menghadiri penyerahan bantuan buku bacaan bermutu dan peletakan batu pertama revitalisasi SLBN Purwosari di Kabupaten Kudus, Jumat 31 Juli 2026.

Menurutnya, salah satu pendekatan yang didorong pemerintah adalah pendidikan berbasis komunitas. Skema ini untuk mengakomodasi anak-anak yang belum dapat mengakses pendidikan di SLB maupun sekolah negeri melalui jalur afirmasi.
“Pendidikan berbasis komunitas ini untuk mengakomodir anak-anak yang tidak masuk SLB dan yang tidak bisa masuk sekolah negeri melalui jalur afirmasi agar tetap mendapatkan pendidikan yang sebaik-baiknya,” jelas Prof. Abdul Mu’ti.
Ia menambahkan, penguatan sekolah inklusi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, khususnya guru yang mampu mendampingi anak berkebutuhan khusus (ABK).
Pemerintah mendorong guru-guru non-kebutuhan khusus untuk mendapatkan pembekalan sebagai pendamping ABK, sekaligus mengajak keterlibatan relawan untuk mendukung layanan pendidikan inklusif.
“Kita ajak relawan, termasuk relawan untuk anak ABK, karena kebutuhan masih banyak. ABK adalah anak-anak yang punya kemampuan luar biasa di tengah perbedaan dan keterbatasan,” ungkapnya.
Adapun revitalisasi SLBN Purwosari Kudus mendapatkan dukungan anggaran sebesar Rp1,45 miliar untuk pembangunan tiga ruang kelas dan toilet. Pekerjaan revitalisasi dimulai hari ini dan ditargetkan selesai selambat-lambatnya Desember 2026.
“Dukungan revitalisasi sarana pendidikan dan penyediaan bahan bacaan diharapkan menjadi investasi penting dalam menyiapkan generasi penerus yang berpengetahuan, berkarakter, dan mampu menghadapi tantangan di masa depan,” tandasnya. (*)








