KUDUS, Kaifanews — Pemerintah tidak berhenti pada program distribusi jutaan buku bacaan bermutu ke sekolah-sekolah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) kini menyiapkan langkah lanjutan berupa rekrutmen pustakawan melalui skema Pegawai Negeri Sipil (PNS) guna memperkuat budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti mengatakan, keberadaan pustakawan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan. Karena itu, kementerian saat ini sedang memetakan kebutuhan tenaga pustakawan di seluruh Indonesia sebagai dasar pelaksanaan rekrutmen yang ditargetkan dimulai pada 2027.
Menurutnya, keberhasilan meningkatkan kemampuan membaca siswa tidak cukup hanya dengan menyediakan buku. Pengelolaan perpustakaan yang baik serta pendampingan oleh tenaga profesional juga menjadi faktor penting agar koleksi bacaan benar-benar dimanfaatkan oleh peserta didik.
“Literasi tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus menjadi gerakan yang didukung perpustakaan, pustakawan, serta kecukupan bahan bacaan di setiap sekolah,” tegas Abdul Mu’ti saat kunjungan kerja di Kabupaten Kudus, Jumat, 31 Juli 2026.
Selain menyiapkan kebutuhan pustakawan, Kemendikdasmen juga terus mempercepat program revitalisasi sekolah di berbagai daerah. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sarana pendidikan secara bertahap.
Abdul Mu’ti menjelaskan, pada 2026 pemerintah memprioritaskan revitalisasi terhadap sekolah yang terdampak bencana, mengalami kerusakan berat, serta berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Selanjutnya, pada 2027 pemerintah menargetkan sekitar 100 ribu satuan pendidikan mendapatkan revitalisasi. Program tersebut akan terus berlanjut hingga diharapkan seluruh sekolah di Indonesia memperoleh pembenahan sarana dan prasarana pada 2028.
“Tahun ini yang diprioritaskan adalah sekolah terdampak bencana, sekolah rusak berat, dan sekolah di daerah 3T. Tahun 2027 ditargetkan sekitar 100 ribu satuan pendidikan direvitalisasi dan pada 2028 seluruh sekolah diharapkan sudah mendapatkan revitalisasi,” ujarnya.
Melalui penguatan perpustakaan, penyediaan pustakawan, distribusi buku bacaan bermutu, hingga revitalisasi sekolah, pemerintah berharap kualitas literasi peserta didik terus meningkat sebagai fondasi dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul. (*)








