KUDUS, Kaifanews — Bupati Kudus Sam’ani Intakoris membuka kegiatan Pediatric Social Responsibility (PSR) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Jawa Tengah di Pendapa Kabupaten Kudus, Sabtu 23 Mei 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan deteksi dini penyakit jantung bawaan (PJB) pada anak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam sambutannya, Sam’ani mengapresiasi IDAI, RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, serta Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus atas terselenggaranya kegiatan sosial kesehatan tersebut.

Menurutnya, penyakit jantung bawaan sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal sehingga membutuhkan perhatian khusus melalui pemeriksaan sejak dini.

“PJB ini kerap tidak menunjukkan gejala awal. Karena itu deteksi dini sangat penting, terutama bagi bayi prematur maupun balita dengan masalah gizi,” ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Kudus, lanjutnya, berkomitmen memperkuat layanan kesehatan dasar untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan dini penyakit tersebut.

Salah satunya dengan penyediaan fasilitas USG di 19 puskesmas yang ada di Kabupaten Kudus. Selain itu, peningkatan kompetensi dokter umum dalam mendeteksi dini PJB juga terus didorong.

“Kami ingin pelayanan kesehatan semakin dekat dan cepat dirasakan masyarakat. Dokter umum di puskesmas juga perlu diperkuat kemampuannya untuk mendeteksi dini,” katanya.

Sam’ani juga mengimbau para orang tua, khususnya ibu hamil, agar rutin memeriksakan kesehatan anak dan kandungannya ke fasilitas kesehatan guna meminimalisasi risiko penyakit sejak awal.

Usai membuka acara di pendapa, bupati bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus untuk meninjau langsung pelaksanaan pelayanan skrining ekokardiografi bagi anak-anak.

Pelayanan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan PSR IDAI Cabang Jawa Tengah yang menyasar peningkatan kualitas kesehatan anak melalui deteksi dan penanganan dini penyakit jantung bawaan. (*)