KUDUS, Kaifanews — Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menambah ruang hijau di kompleks Pendapa Kabupaten Kudus dengan menanam tiga pohon pule, Kamis malam, 16 Juli 2026.
Penghijauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan kawasan pemerintahan yang lebih teduh, nyaman, sekaligus ramah bagi masyarakat yang beraktivitas maupun berkunjung ke pendapa.
Tiga pohon yang ditanam tersebar di sejumlah titik strategis. Dua pohon ditempatkan di halaman depan Musala Al-Quds, sedangkan satu pohon lainnya ditanam di belakang Sekretariat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda).
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, penghijauan di lingkungan pendapa bukan sekadar mempercantik kawasan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi kualitas lingkungan.
Menurutnya, keberadaan pohon-pohon peneduh akan memberikan manfaat besar ketika tumbuh dewasa, mulai dari menciptakan udara yang lebih sejuk hingga menghadirkan suasana yang nyaman bagi masyarakat.
“Pendapa merupakan rumah bersama masyarakat. Karena itu lingkungannya juga harus nyaman, teduh, dan hijau. Menanam pohon hari ini adalah ikhtiar agar beberapa tahun ke depan masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” ujar Sam’ani.
Ia menambahkan, penanaman pohon juga menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap pelestarian lingkungan yang dapat dimulai dari kawasan pusat pemerintahan. Menurutnya, ruang terbuka hijau memiliki peran penting dalam menjaga kualitas udara sekaligus memperindah wajah Kota Kudus.
“Kami ingin memberikan contoh bahwa menjaga lingkungan bisa dimulai dari hal sederhana. Kalau kawasan pemerintahan hijau dan asri, masyarakat yang datang pun akan merasa lebih nyaman,” lanjutnya.

Penanaman tersebut melengkapi pohon-pohon pule yang sebelumnya telah tumbuh di lingkungan Pendapa Kabupaten Kudus. Dengan bertambahnya vegetasi, kawasan pendapa diharapkan semakin rindang sehingga mampu menjadi ruang publik yang lebih representatif untuk berbagai kegiatan pemerintahan maupun kemasyarakatan.
Pohon pule dipilih karena dikenal sebagai tanaman peneduh yang memiliki tajuk lebar, akar kuat, dan mampu bertahan dalam berbagai kondisi cuaca. Saat tumbuh optimal, pohon ini dapat memberikan keteduhan alami serta membantu meningkatkan kualitas lingkungan di sekitarnya.
“Kami juga berharap budaya menanam pohon semakin berkembang, tidak hanya di lingkungan pemerintahan, tetapi juga di sekolah, fasilitas umum, hingga permukiman warga sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan,” tandasnya.(*)








