JEPARA, Kaifanews — Persijap Jepara harus menelan kekalahan pahit di hadapan pendukungnya sendiri usai tumbang 0-2 dari Persija Jakarta pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin malam 4 Mei 2026 malam, menjadi pukulan telak bagi Laskar Kalinyamat.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bermain selaku tuan rumah, Persijap sebenarnya tampil cukup menjanjikan, terutama pada babak pertama. Sejumlah peluang sempat tercipta, namun tak satu pun mampu dikonversi menjadi gol.

Sebaliknya, Persija tampil lebih klinis. Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-64 lewat aksi Rayhan Hannan yang sukses memanfaatkan celah di lini belakang Persijap. Gol tersebut mengubah jalannya pertandingan dan meningkatkan tekanan bagi tuan rumah.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Persijap justru kembali kebobolan di masa injury time. Gustavo Almeida memastikan kemenangan tim tamu lewat gol pada menit 90+8, sekaligus mengunci skor 0-2.

Pelatih Persijap, Mario Lemos, mengakui timnya gagal memaksimalkan momentum, terutama di babak pertama.

“Babak pertama kami punya peluang, tetapi tidak bisa dimaksimalkan. Di babak kedua kami mencoba bangkit, namun justru kebobolan dari serangan balik,” ujarnya.

Kekalahan ini memperpanjang tren negatif Persijap yang sebelumnya juga takluk 0-1 dari Dewa United. Akibatnya, posisi mereka di klasemen turun ke peringkat 14 dengan koleksi 31 poin, setelah disalip tim lain di papan bawah.

Dihantam di Kandang Sendiri, Persijap Jepara Takluk dari Efektivitas Persija Jakarta
Pertandingan sengit Persijap Jepara melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bumi Kartini. Dok. Persijap

Lemos tak menutupi kekecewaannya, terutama karena hasil buruk ini terjadi di kandang sendiri.

“Tidak enak kalah di depan pendukung sendiri. Kami harus segera berbenah, terutama dalam penyelesaian akhir,” tegasnya.

Ia juga mengakui kualitas Persija yang dinilai memiliki kedalaman skuad lebih baik. Bahkan, pemain cadangan yang diturunkan tetap mampu memberikan dampak signifikan.

“Persija punya materi pemain yang sangat baik. Itu terlihat dari kekuatan mereka, bahkan dari bangku cadangan,” tambahnya.

Sementara itu, pelatih Persija, Mauricio Souza, menyebut kemenangan ini sangat penting untuk menjaga asa timnya dalam perburuan gelar juara. Saat ini, Macan Kemayoran menempati posisi ketiga klasemen dengan 65 poin, terus menekan dua tim di atasnya.

Persijap kini tak punya banyak waktu untuk bangkit. Tiga laga sisa akan menjadi penentuan nasib mereka di kompetisi musim ini, dimulai dengan lawatan ke markas Persita Tangerang, sebelum menjamu Borneo FC Samarinda dan menutup musim dengan menghadapi Persib Bandung.

Dengan tekanan yang semakin besar, Laskar Kalinyamat dituntut segera menemukan solusi agar tak terus terperosok di papan bawah klasemen.

“Fokus kami sekarang adalah memperbaiki tim dan siap menghadapi laga berikutnya,” tandas Lemos. (*)