KUDUS, Kaifanews – Seorang petani lansia bernama Ngadiono (75) warga Dukuh Ngelo RT 04/RW II Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus dilaporkan hilang sejak Rabu sore 6 Mei 202. Dan ditemukan pada Kamis pagi 7 Mei 2026 dalam keadaan meninggal dunia.
Sebelumnya, hingga Kamis 7 Mei 2026 dini hari, pencarian oleh personel gabungan belum membuahkan hasil. Tim hanya menemukan sepeda ontel jenis jengki milik korban dan kaos ganti yang tertinggal di pinggiran sawah.
Kapolsek Undaan AKP Uji Andi H mengatakan, operasi Search and Rescue digelar mulai Rabu pukul 18.00 WIB hingga Kamis pukul 02.00 WIB.
“Betul, kami laksanakan SAR untuk Bapak Ngadiono. Sekitar 50 personel gabungan sudah dikerahkan. Hasilnya masih nihil dan pencarian kami lanjutkan pagi ini,” terang Kapolsek pada awak media, Kamis 7 Mei 2026.
Dari keterangan pihak keluarga, aktivitas korban pada Rabu pagi terpantau normal. Pukul 05.30 WIB, Kakek Ngadiono bekerja sebagai buruh tanam bibit padi di sawah orang lain. Sekitar pukul 11.00 WIB, ia pindah ke sawah milik anaknya di Jalan Ngelo Krajan. Di lokasi itu korban terakhir kali terlihat warga.
“Ada saksi yang menyapa dan bertanya. Korban jawab mau ‘ndaud’, yaitu mencabut dan menata bibit padi di sawah anaknya,” kata Kapolsek mengutip keterangan saksi yang sebelumnya diinvestasikan oleh Polsek.
Anak korban, Ibu Sumiri (50), awalnya khawatir karena jelang Maghrib korban belum pulang, hingga Ibu Sumiri mengajak kerabat dan warga menyisir sawah. Warga hanya mendapati sepeda ontel jengki korban terparkir di pinggir sawah serta sebuah kaos.
Tim relawan Undaan Rescue yang menerima laporan langsung melakukan penyisiran awal hingga pukul 22.30 WIB. Menjelang tengah malam, pencarian diperluas.
“Kami bagi menjadi 3 tim untuk menyisir seluruh sudut persawahan Dukuh Ngelo. Penyisiran malam sangat teliti meski medan gelap,” ujar Kapolsek.
Karena jarak pandang terbatas dan belum ada tanda keberadaan korban, operasi SAR dihentikan sementara pukul 02.00 WIB.
Pencarian dilanjutkan Kamis 7 Mei 2026 mulai pukul 08.00 WIB dengan area yang lebih luas. Pada pagi hari, tim gabungan akhirnya menemukan Mbah Ngadiono dalam keadaan meninggal dunia di area persawahan. Jenazah kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut. (*)








