KUDUS, Kaifanews — Upaya menahan laju harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat dilakukan Pemerintah Kabupaten Kudus dengan menggelar operasi pasar murah di sembilan kecamatan. Program ini berlangsung maraton selama tiga hari, mulai Selasa, 21 April 2026 hingga Kamis, 23 April 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Hari pertama pelaksanaan di halaman Kantor Kecamatan Jati langsung disambut lonjakan warga. Sejak pagi, antrean sudah mengular, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap bahan pokok dengan harga terjangkau.

Melalui Dinas Perdagangan, Pemkab menggandeng sejumlah pihak seperti Perum Bulog dan Pertamina untuk memastikan ketersediaan stok. Tiga komoditas utama disediakan, yakni beras SPHP, minyak goreng, dan gas LPG 3 kilogram.

Harga yang ditawarkan pun di bawah pasaran. Beras SPHP kemasan 5 kilogram dijual Rp56.500, minyak goreng Rp15.700 per liter, dan LPG 3 kilogram Rp18.000 per tabung.

Camat Jati Muhammad Zainuddin mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam membantu masyarakat menghadapi tekanan harga.

“Hari ini kita bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus melakukan operasi pasar murah untuk penyediaan tiga bahan pokok yaitu beras, minyak goreng, dan juga gas LPG 3 kilo,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026.

Ia menyebut, tingginya partisipasi warga tidak lepas dari sosialisasi yang dilakukan hingga tingkat desa. Respons masyarakat dinilai sangat positif, terutama dari kalangan berpenghasilan rendah.

“Alhamdulillah ini antusias yang cukup baik. Semoga bahan yang tersedia cukup dan bisa memberikan sedikit kebahagiaan untuk saudara-saudara kita yang kurang mampu,” katanya.

Menurutnya, selisih harga terjadi karena adanya subsidi dari pemerintah. Hal itu membuat komoditas yang dijual dalam pasar murah jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran.

“Ada selisih tentunya, karena ini program pemerintah. Gas kita jual Rp18.000, beras SPHP 5 Kg Rp56.500, dan minyak kita Rp15.700,” jelasnya.

Disambut Antusias: Gas Rp18 Ribu dan Beras Murah, Warga Kudus Rela Antre Panjang
Antrean warga yang mengular di halaman Kantor Kecamatan Jati untuk mendapatkan gas LPG 3 kg seharga Rp18.000 dan beras murah dalam program Operasi Pasar Murah Pemkab Kudus, Kamis (23/04/2026). Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Untuk memastikan tepat sasaran, pembelian dibatasi hanya untuk warga setempat dengan menunjukkan KTP. Langkah ini dilakukan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.

Pada hari pertama, disiapkan sekitar 1.000 tabung LPG 3 kilogram, 200 paket beras, dan 240 paket minyak goreng. Program ini akan dilanjutkan secara bergilir ke delapan kecamatan lainnya.

Zainuddin berharap operasi pasar murah dapat menjadi solusi jangka pendek dalam menekan gejolak harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

“Ini wujud kepedulian pemerintah dalam membantu warga mengurangi beban akibat kenaikan harga kebutuhan pokok,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Tanjungkarang, Yesi Amalia, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menyebut harga yang ditawarkan jauh lebih ringan dibandingkan harga di pasar.

“Murah banget, kalau di pasar lebih mahal. Ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Ia pun berharap kegiatan serupa dapat digelar lebih rutin agar semakin banyak warga merasakan manfaatnya.

“Harapannya bisa sering diadakan, supaya warga semakin terbantu,” pungkasnya. (*)