JEPARA, Kaifanews – Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Universitas Nahdlatul Ulama Jepara mengadakan Seminar Ekonomi Kreatif dengan mengusung tema “Kolaborasi Kreatif Generasi Muda untuk Ekonomi Inovatif”. Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Mei 2026.
Kegiatan yang dikemas dalam agenda Zestopia 2026 tersebut dibuka melalui Seminar Ekonomi Kreatif di Gedung Wanita Jepara pada Jumat 29 Mei 2026. Seminar menghadirkan dua narasumber, yakni Andang Wahyu Triyanto dan Farikha Elida.
Ketua Panitia Zestopia 2026, Bima Prasetya, menjelaskan bahwa acara ini tidak hanya berisi seminar, tetapi juga menghadirkan berbagai kegiatan menarik seperti bazar UMKM, senam bersama, pengenalan permainan tradisional, turnamen futsal, hingga kompetisi barista. Sebagai penutup, panitia menyelenggarakan penyerahan penghargaan bagi para pemenang lomba futsal dan battle supporter yang dilanjutkan dengan celebration party.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Jepara serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Menurutnya, sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan ekonomi daerah.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisnu Jepara, Noor Arifin, menuturkan bahwa kegiatan mahasiswa umumnya dilaksanakan di lingkungan kampus. Namun, pelaksanaan Zestopia 2026 di luar kampus dinilai menjadi langkah strategis untuk memperluas pengalaman mahasiswa dalam berinteraksi dan membangun kerja sama dengan berbagai kalangan.
Ia berharap program semacam ini dapat terus berlanjut karena memberikan pengalaman praktis yang sangat berharga bagi mahasiswa. Selain itu, ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan sejak tahap persiapan hingga penutupan acara.
Dalam kesempatan tersebut, Andang Wahyu Triyanto menegaskan bahwa kreativitas yang dimiliki mahasiswa maupun pelaku usaha rintisan merupakan fondasi utama dalam pengembangan ekonomi kreatif. Menurutnya, ide, pengetahuan, dan inovasi dapat diolah menjadi produk maupun layanan yang memiliki nilai tambah ekonomi sehingga mampu menciptakan peluang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)








