KUDUS, Kaifanews — Hydroplus Soccer League tidak sekadar menjadi ajang kompetisi sepak bola putri usia muda. Liga yang digelar di empat regional, yakni Kudus, Jakarta, Bandung, dan Surabaya, ini juga dirancang sebagai jalur pembinaan berjenjang menuju level nasional hingga tim nasional Indonesia.
Program Director Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan kompetisi tersebut menjadi kelanjutan dari pembinaan yang telah dilakukan melalui MilkLife Soccer Challenge pada kelompok usia dini.
Menurutnya, keberadaan liga dengan format kompetisi penuh menjadi ruang penting bagi pesepak bola putri untuk terus berkembang melalui pengalaman bertanding yang berkelanjutan.
“Hydroplus Soccer League kami buat sebagai wadah untuk melanjutkan apa yang sudah kami lakukan di MLSC. Ini merupakan jenjang pembinaan yang sangat penting supaya terus berkesinambungan sehingga bakat adik-adik kita bisa tersalurkan,” ujarnya usai penyerahan juara pada 31 Mei 2026.
“Nantinya para juara dan runner-up dari empat regional akan bersaing di putaran nasional Hydroplus Soccer League All-Stars dengan atmosfer yang sangat kompetitif dan menarik,” lanjut Teddy.
Tak hanya bersaing memperebutkan gelar juara di putaran nasional, Hydroplus Soccer League All-Stars juga menjadi ajang penting pencarian bakat untuk mengisi posisi Tim Nasional Indonesia U-16 yang akan berlaga membawa nama bangsa di panggung Internasional.
“Konsep All-Stars baru pertama kali dilakukan di Indonesia dengan format full liga double round robin, dimana akan mempertemukan 8 tim dari empat regional. Nantinya akan ada tim talent scouting yang menjaring para peserta All-Stars berbakat untuk memperkuat timnas Indonesia. Mereka dipersiapkan untuk bertanding di ajang Srikandi Merdeka Cup yang akan berlangsung pada bulan Agustus nanti di Supersoccer Arena Kudus. Selamat berlatih menjelang putaran nasional, karena ini menjadi momen yang sangat penting,” bilang Teddy.
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton yang turut menyaksikan langsung pekan terakhir Hydroplus Soccer League Kudus 2025 – 2026 di SuperSoccer Arena mengapresiasi proses pembinaan sepak bola putri dari level usia dini yang dimulai di Kabupaten Kudus sejak tiga tahun lalu. Menurutnya, tak hanya memunculkan talenta pesepakbola putri potensial, melainkan memberikan dampak positif bagi masyarakat Kudus.
“Terima kasih kepada Djarum Foundation yang telah memberikan wadah positif pada adik-adik kita untuk menyalurkan bakatnya. Kedepannya akan ada beberapa event tingkat nasional di Kudus yang pasti lebih seru. Alhamdulilah dengan adanya event seperti ini tentu memberikan multiplier effect yang positif bagi masyarakat Kabupaten Kudus seperti bergeraknya UMKM hingga akomodasi. Harapan saya, semoga kompetisi ini dapat terus mencetak atlet berkualitas yang akan membanggakan Kabupaten Kudus, mengikuti jejak 2 atlet dari Kudus yang berangkat TC timnas di Perancis kemarin, yaitu Della Citra Ayu Anggraini dan Asyifa Sholawa Farizqi,” kata Bellinda.
Plt. Ketua Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Kudus Taufan Hapsoro Putro mengatakan Kudus patut berbangga ikut ambil bagian dalam proses pembinaan ekosistem sepak bola putri dari usia dini. Ia berharap agar para atlet yang telah berlaga di Kudus dapat terbang lebih tinggi dengan menapaki kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan hingga mencapai level profesional.
“Kami, keluarga besar PSSI Kabupaten Kudus, sangat berterima kasih kepada Djarum Foundation dan Hydroplus, karena mungkin sampai sekarang belum ada pihak yang bisa menyelenggarakan liga sepak bola putri seperti Hydroplus Soccer League. Kudus patut berbangga dan merasa beruntung karena menjadi salah satu dari 4 regional yang ada. Semoga atlet dari Kudus yang juga berangkat dari pembinaan level usia dini di MLSC, dapat berbicara di tingkat yang lebih tinggi karena lahir dan bermulanya dari Kudus,” ucap Taufan. (*)








