KUDUS, Kaifanews – Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (DEMA FDKI) UIN Sunan Kudus resmi meluncurkan program pengabdian masyarakat bertajuk “FDKI Mengajar” di Pondok Al-Muayyad Al-Maliky, Kudus, Senin (2/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Gema Ramadhan: Mengabdi Dengan Ilmu, Menguatkan Dengan Jiwa, Menggerakkan Peradaban” ini bertujuan mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui aksi nyata mahasiswa di tengah masyarakat. Langkah ini menjadi bukti konkret komitmen mahasiswa dalam menyatukan kecerdasan intelektual dengan nilai-nilai spiritual selama bulan suci.
Program “FDKI Mengajar” ini dijadwalkan berlangsung selama dua pekan, mulai tanggal 2 hingga 16 Maret 2026. Keunikan program ini terletak pada kolaborasi lima program studi, yakni KPI, BKI, MD, PMI, dan PPI, yang membawa perspektif keilmuan berbeda. Sebanyak lima program studi dilibatkan untuk bersinergi menghadirkan metode pembelajaran yang edukatif, inspiratif, namun tetap menyenangkan bagi para santri.
Sinergi antarprodi ini diharapkan mampu melahirkan gerakan mahasiswa yang aktif, progresif, serta berorientasi pada kemaslahatan umat. Pembelajaran tidak lagi terbatas di ruang kelas formal, melainkan diwujudkan melalui interaksi interaktif yang penuh kebersamaan dengan masyarakat.
“Pembelajaran bermakna tidak selalu kaku, tetapi bisa diwujudkan melalui kegiatan kreatif. Dari situlah jiwa kepemimpinan, empati sosial, serta semangat pengabdian mahasiswa akan tumbuh dan berkembang nyata,” ujar Wakil Dekan III FDKI, Nur Said.

Ketua DEMA FDKI menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar menjalankan program kerja organisasi tahunan belaka. Baginya, ilmu yang dipelajari di bangku kuliah tidak akan memiliki ruh jika tidak diwakafkan untuk kebermanfaatan umat secara luas.
Melalui “FDKI Mengajar”, mahasiswa dituntut untuk mampu mengintegrasikan aspek intelektualitas dengan kekuatan spiritualitas. Tema Gema Ramadhan dipilih untuk meneguhkan integritas dan ketulusan mahasiswa dalam memberikan kontribusi nyata bagi peradaban bangsa.
“Kami percaya ilmu di kuliah tidak memiliki ruh jika tidak diwakafkan untuk umat. Melalui ‘FDKI Mengajar’, kita ingin menyatukan antara intelektualitas dan spiritualitas dalam satu gerakan,” tegas Ketua DEMA FDKI, M Adib Misbakhul Asror.
Pimpinan pondok, Pak Saifudin Najib, turut mendampingi proses peresmian dan menyambut baik kehadiran para mahasiswa. Pihak pondok berharap kolaborasi ini dapat memberikan warna baru dalam proses belajar mengajar bagi para santri di Al-Muayyad.
DEMA FDKI berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program inspiratif yang tidak hanya unggul secara intelektual tetapi juga kuat secara sosial. Kegiatan penutup nantinya diharapkan mampu meninggalkan jejak positif bagi pengembangan karakter mahasiswa dan kemajuan pendidikan di lingkungan pondok pesantren.








