KUDUS, Kaifanews – Bagi para pemudik yang mulai bosan dengan pilihan kuliner yang itu-itu saja saat pulang ke kampung halaman, Nasi Kebuli Abu Oemar bisa menjadi alternatif menarik untuk dicoba.
Mengusung konsep masakan khas Timur Tengah yang telah disesuaikan dengan lidah masyarakat Indonesia, tempat makan ini menawarkan sensasi berbeda tanpa meninggalkan kenyamanan rasa lokal.
Owner Mustofa mengungkapkan, usaha tersebut berawal dari pengalamannya bekerja sebagai chef di Arab Saudi sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dan membuka usaha kuliner sendiri.
“Awalnya saya kerja sebagai chef di Arab Saudi, lalu pulang ke Indonesia ingin membawa cita rasa Timur Tengah. Tapi tetap kami sesuaikan dengan lidah orang Indonesia, supaya lebih bisa diterima semua kalangan,” ujarnya.
Menu yang ditawarkan pun cukup beragam, dengan harga yang terjangkau. Untuk nasi kebuli beras lokal dibanderol mulai Rp22 ribu untuk ayam dan Rp32 ribu untuk kambing. Sementara untuk beras basmati, harga mulai Rp25 ribu untuk ayam dan Rp35 ribu untuk kambing.
Selain nasi kebuli, tersedia juga menu khas Timur Tengah lainnya seperti gule Arab, roti maryam, sambosa, hingga berbagai pilihan menu pelengkap lainnya.
Meski baru beroperasi sekitar satu tahun, Nasi Kebuli Abu Oemar kini mulai dikenal masyarakat dan kerap ramai pengunjung, terutama saat bulan Ramadan.
“Alhamdulillah meskipun baru sekitar satu tahunan, sekarang sudah ramai. Apalagi pas Ramadan, banyak yang bukber di sini, juga banyak pesanan paket pakai nampan,” tambahnya.
Dengan lokasi yang strategis di kawasan foodcourt selatan Masjid Kretek, tempat ini dinilai cocok menjadi destinasi kuliner bagi para pemudik yang ingin menikmati sajian berbeda saat berada di Kudus.
Bagi pecinta kuliner maupun wisatawan yang ingin mencicipi hidangan Timur Tengah dengan cita rasa yang lebih bersahabat, Nasi Kebuli Abu Oemar layak masuk dalam daftar kunjungan saat mudik. (*)








