KUDUS, Kaifanews — Berawal dari hobi memasak dan sering makan bersama keluarga, Noor Salim atau akrab disapa Tomi kini sukses mengembangkan usaha kuliner Warung Entog Sulthan di Desa Prambatan Kidul, Kudus.
Warung yang berdiri sejak 2022 itu kini mampu menghabiskan hingga 40 sampai 50 ekor entog setiap harinya.
Tomi menceritakan, awalnya dirinya hanya melayani pesanan secara online dengan jumlah sangat sedikit, sekitar dua hingga tiga ekor entog per hari. Namun karena banyak pelanggan merasa cocok dengan cita rasa masakannya, ia mulai berani membuka warung sendiri sekitar empat tahun lalu.
“Awalnya online dulu, pesanan cuma dua sampai tiga ekor. Karena responsnya bagus akhirnya saya berani buka tempat sendiri tahun 2022,” ujarnya saat diwawancara pada Senin 25 Mei 2026.
Sebelum menekuni usaha kuliner, Tomi diketahui menjalankan usaha batu bata. Namun kecintaannya pada dunia memasak membuat dirinya terus mencoba berbagai resep olahan entog.
“Memang dari dulu suka masak. Dulu sering masak terus dimakan bareng-bareng keluarga, katanya enak lalu saya teruskan sampai sekarang,” katanya.

Di Warung Entog Sultan, berbagai menu disediakan mulai entog goreng sambal mentah, rica-rica, tongseng, entog bumbu sate swike dan bebek goreng. Namun dari semua menu, rica-rica dan sambal khas menjadi resep andalan yang paling banyak dicari pelanggan.
“Yang paling jadi andalan rica-rica sama sambalnya,” paparnya.
Tomi mengaku perjalanan usahanya tidak selalu mudah. Saat awal membuka warung, dalam sehari hanya mampu menjual sekitar tujuh sampai delapan ekor entog. Jika dagangan tidak habis, ia memilih membagikannya daripada terbuang.
“Dulu awal buka paling tujuh sampai delapan ekor. Kalau tidak habis tetap saya bagikan,” ucapnya.

Kini usahanya berkembang pesat dan pelanggan datang dari berbagai daerah untuk mencicipi olahan entog khas buatannya. Ia berharap usaha yang dirintis tersebut bisa terus berkembang dan memberi manfaat bagi keluarga maupun para pekerjanya.
“Semoga usaha ini bisa mensejahterakan keluarga dan juga karyawan,” jelasnya.
Sementara itu, Salah satu pembeli asal Karimun Jepara, Baim mengaku sudah berulang kali membeli entog Sulthan sebagai kuliner andalan bersama keluarga.
“Selain karena harganya yang terjangkau dan rasanya yang memang enak, kami suka makan disini karena ukuran entognya yang terbilang besar dalam satu porsi,” tandasnya. (*)








