KUDUS, Kaifanews — Di tengah udara dingin lereng Gunung Muria, sebuah warung sederhana di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, diam-diam menjadi tujuan baru para pemburu kuliner tradisional. Namanya Warung Putra Pandowo, tempat di mana aroma dapur kampung berpadu dengan sejuknya pegunungan.
Warung milik Sutrisno itu tak menawarkan menu kekinian atau tampilan mewah. Namun justru dari kesederhanaannya, pengunjung menemukan cita rasa khas yang mulai sulit ditemui di tengah gempuran makanan modern.
Menu yang paling banyak diburu adalah getuk nyimut, olahan singkong hangat yang disajikan dengan taburan kelapa parut. Teksturnya lembut dengan perpaduan rasa manis dan gurih yang sederhana namun bikin ketagihan.
Tak hanya itu, pengunjung juga dimanjakan dengan aneka menu khas Muria seperti pecel pakis, oseng pakis, nasi sambal teri hingga cobet jowo yang dimasak dengan cita rasa rumahan.
Sayur pakis yang digunakan bahkan dipetik langsung dari kawasan pegunungan Muria sehingga kesegarannya tetap terjaga.
“Alhamdulillah usaha ini sudah berjalan lima tahun. Kami ingin makanan khas Muria seperti getuk nyimut dan tumis daun pakis tetap dikenal masyarakat,” ujar Sutrisno saat ditemui Senin 18 Mei 2026.
Menurut Sutrisno, dirinya sengaja mempertahankan menu-menu tradisional sebagai bentuk upaya melestarikan kuliner lokal agar tetap dikenal generasi muda.
Suasana warung juga menjadi daya tarik tersendiri. Gazebo kayu bernuansa Jawa berdiri di tengah suasana alam yang masih asri. Pengunjung bisa menikmati makanan sambil merasakan embusan angin pegunungan dan aroma kayu bakar dari dapur tradisional.
Tak sedikit pengunjung datang bukan sekadar makan, tetapi juga mencari suasana tenang untuk melepas penat.
Salah satunya Rahmatika, wisatawan asal Blora yang mengaku rutin mampir ketika berkunjung ke kawasan Muria.
“Suka sekali datang ke sini. Udaranya segar dan menu tumis daun pakisnya itu khas banget,” katanya.
Dengan harga ramah di kantong dan rasa tradisional yang tetap dipertahankan, Warung Putra Pandowo kini perlahan menjelma menjadi salah satu destinasi kuliner favorit di kawasan Muria.
Di tempat ini, pengunjung tak hanya menikmati makanan, tetapi juga merasakan kembali hangatnya cita rasa kampung yang mulai jarang ditemukan. (*)








