KUDUS, Kaifanews — Tim Penggerak PKK Kabupaten Kudus terus mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pelatihan keterampilan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan pembuatan jajanan pasar dan kue kering yang digelar di Pendopo Wakil Bupati Kudus pada Senin 6 April 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

 

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Endhah Sam’ani Intakoris mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan kader PKK, khususnya di tingkat rumah tangga agar memiliki keterampilan yang bisa dikembangkan menjadi usaha mandiri.

 

“Program ini memang kami rancang agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat, terutama kader PKK di tingkat rumah tangga,” ujarnya.

 

Menurut Endhah, pelatihan tersebut tidak hanya sekadar memberikan keterampilan membuat kue, tetapi juga diharapkan mampu memunculkan pelaku usaha mikro baru dari lingkungan keluarga.

 

“Harapannya setelah pelatihan ini ada yang benar-benar bisa mandiri, bukan hanya memproduksi untuk konsumsi sendiri, tetapi juga bisa menjadi usaha kecil yang berkembang,” katanya.

 

Ia menjelaskan, jika usaha tersebut berkembang, bukan tidak mungkin para peserta nantinya juga mampu membuka lapangan pekerjaan baru di lingkungan sekitarnya.

 

“Kalau usaha ini berkembang, mereka bisa merekrut tenaga kerja dari lingkungan sekitar, baik tetangga maupun keluarga. Ini juga menjadi salah satu upaya mengurangi angka pengangguran,” jelasnya.

 

Suasana pelatihan keterampilan pembuatan jajanan pasar bagi kader PKK di Pendopo Wakil Bupati Kudus. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Endhah menilai, meskipun usaha yang dirintis berawal dari skala kecil, namun jika dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak ekonomi yang cukup besar bagi keluarga.

 

“Meski terlihat kecil, kalau dilakukan banyak orang dampaknya akan besar terhadap penguatan ekonomi keluarga,” paparnya.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PKK tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan saja. Pihaknya juga siap melakukan pendampingan bagi peserta yang serius ingin mengembangkan usaha.

 

“Kami tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga siap mendampingi jika mereka ingin mengembangkan usaha, mulai dari perizinan, pengurusan sertifikat halal, PIRT, sampai pemasaran,” terangnya.

 

Pendampingan tersebut, lanjutnya, akan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan dinas terkait agar usaha yang dirintis peserta dapat berkembang secara berkelanjutan.

 

“Kami juga bekerja sama dengan dinas terkait agar mereka tidak berjalan sendiri, tapi ada pendampingan sampai usahanya benar-benar siap,” ucapnya.

 

Ia menambahkan, peserta pelatihan tidak hanya berasal dari pelaku usaha yang sudah berjalan, tetapi juga masyarakat yang benar-benar baru ingin memulai usaha.

 

“Ada yang memang sudah punya usaha, tapi ada juga yang benar-benar baru belajar. Pelatihan ini bisa jadi bekal keterampilan dasar untuk memulai usaha dari rumah,” ungkapnya.

 

Melalui pelatihan tersebut, Endhah berharap semakin banyak ibu rumah tangga yang memiliki kemampuan memproduksi jajanan pasar maupun kue kering secara mandiri sehingga bisa menjadi tambahan penghasilan keluarga.

 

“Harapan kami mereka punya keterampilan, bisa produksi sendiri di rumah, lalu dipasarkan sehingga bisa membantu ekonomi keluarga,” tandasnya. (*)