Kaifanews.com – Pemerintah resmi menetapkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen bertahan pada angka Rp6.500 per kilogram (kg). Kebijakan ini diambil guna menjaga stabilitas harga di tingkat produsen serta meningkatkan kesejahteraan para petani nasional.
Langkah tersebut tertuang dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri. Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa HPP ini menjadi instrumen penting untuk mencegah anjloknya harga saat panen raya.
Kepala Bapanas sekaligus Mentan Andi Amran Sulaiman menyebut Inpres terbaru ini menetapkan target penguatan stok yang sangat ambisius. Pemerintah menargetkan pengadaan setara beras sebanyak empat juta ton untuk memperkuat cadangan nasional sepanjang tahun berjalan ini.
“Ketahanan pangan nasional, terutama stok cadangan beras pemerintah terus diperkokoh,” ujar Amran dalam keterangan resminya di Jakarta.
Stok CBP yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui berbagai program strategis seperti Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Beras cadangan ini juga disiapkan untuk program bantuan pangan, tanggap darurat bencana, hingga dukungan gizi nasional.
Pemerintah juga berencana menyalurkan stok ini melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdee Merah Putih) di seluruh Indonesia. Langkah ini bertujuan agar distribusi pangan dapat menyentuh langsung lapisan masyarakat di tingkat desa dengan lebih efektif.
“Pemerintah memastikan masih menerapkan instrumen HPP gabah kering panen di Rp6.500 per kg sebagai penangkal harga tidak jatuh,” tulis laporan Badan Pangan Nasional.
Saat ini, stok CBP Indonesia mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah bangsa dengan mencapai angka 4,6 juta ton. Capaian ini meningkat sangat signifikan sebesar 85,6 persen jika dibandingkan dengan posisi stok pada awal April 2025.
“Kesejahteraan petani, peningkatannya tertinggi selama Republik Indonesia merdeka,” tutur Amran menekankan keberhasilan program pemerintah saat ini.
Pemerintah menargetkan pengadaan stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak empat juta ton sepanjang tahun 2026. Ketetapan harga ini diharapkan mampu memperkokoh ketahanan pangan nasional di tengah tantangan geopolitik global yang memanas. (*)








