KUDUS – Udara dingin menusuk tulang saat butiran embun masih menempel pada rumpun tanaman perdu di ketinggian lereng Gunung Muria. Di antara rimbunnya dedaunan hijau, menyembul kelompok buah kecil berwarna ungu kemerahan yang sangat cantik dan menggoda mata.
Buah mungil ini dikenal dengan nama Parijoto, primadona lokal yang sangat legendaris di kalangan masyarakat Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Tanaman bernama latin Medinilla speciosa ini dipercaya membawa berkah luar biasa bagi ibu hamil yang rutin mengonsumsinya.
Legenda lokal menyebutkan bahwa tradisi mengonsumsi buah ini bermula dari anjuran Sunan Muria kepada para pengikutnya di masa silam. Masyarakat meyakini bahwa ibu hamil yang memakan Parijoto akan melahirkan anak dengan paras yang sangat rupawan dan tampan.
Selain mitos kecantikan, butiran buah ini ternyata menyimpan kekayaan nutrisi yang sangat melimpah untuk menunjang kesehatan tubuh manusia. Rasa buahnya yang asam dan sedikit sepat memberikan sensasi segar yang mampu mengurangi rasa mual pada ibu hamil.
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa Parijoto kaya akan zat flavonoid, saponin, dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan alami yang kuat. Kandungan kimia ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh ibu serta mendukung perkembangan saraf janin di dalam kandungan.
Kini, buah Parijoto tidak hanya dijual dalam bentuk mentah di sepanjang jalur wisata religi menuju makam Sunan Muria. Para perajin lokal mulai mengolah buah ini menjadi sirup, selai, hingga permen yang dikemas secara modern dan lebih higienis.

Inovasi produk olahan ini membuat Parijoto semakin mudah ditemukan sebagai oleh-oleh khas Kudus yang sangat unik dan berkhasiat. Banyak wisatawan rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk mendapatkan stok buah segar langsung dari tangan para petani di lereng gunung.
Budidaya Parijoto kini menjadi sektor ekonomi kreatif yang sangat menjanjikan bagi penduduk di wilayah Desa Colo dan sekitarnya. Tanaman ini mampu tumbuh subur pada daerah pegunungan yang sejuk tanpa memerlukan banyak pupuk kimia buatan yang mahal harganya.
Menikmati buah Parijoto adalah cara merayakan keajaiban alam Muria yang terus menjaga kesehatan generasi penerus bangsa sejak dalam kandungan. Warisan leluhur ini membuktikan bahwa kekayaan hayati lokal memiliki manfaat yang sangat besar bagi kehidupan manusia jika dikelola dengan bijak. (*)








