KUDUS, Kaifanews — Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Polres Kudus tidak hanya meningkatkan patroli pengawasan penukaran uang, tetapi juga menawarkan layanan pengawalan gratis bagi para penjual jasa tukar uang maupun masyarakat yang sedang membawa uang dalam jumlah besar guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kepala Satuan (Kasat) Samapta Polres Kudus, Noor Alifi, menyampaikan bahwa aktivitas penukaran uang musiman memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi karena pelaku usaha membawa uang tunai dalam jumlah besar.

“Kami melihat ada potensi kerawanan. Rekan-rekan penjual jasa penukaran uang ini membawa uang dengan nominal cukup banyak. Kami khawatir saat mereka berangkat maupun pulang bisa terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya saat meninjau lapak penukaran uang di Alun-Alun Simpang 7 Kudus pada Rabu (4/3/2026) sore.

Sebagai langkah preventif, Polres Kudus membuka layanan pengamanan yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis melalui layanan darurat kepolisian.

“Kami sarankan apabila membutuhkan pengamanan bisa menghubungi layanan 110. Polisi siap memberikan pengawalan ataupun mendampingi dari lokasi penjualan hingga ke rumah atau kantor,” jelasnya.

Menurutnya, sebagian besar pelaku usaha penukaran uang merupakan masyarakat lokal yang beraktivitas di sekitar pusat keramaian seperti kawasan Jalan Sunan Kudus dan area Alun-Alun Kudus. Karena itu, kehadiran polisi diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah aksi kriminalitas.

“Pengawalan ini tidak dipungut biaya. Kami hadir untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat,” tegasnya.

Selain menawarkan pengamanan, petugas juga melakukan edukasi langsung kepada para penjual dan masyarakat terkait antisipasi peredaran uang palsu yang kerap meningkat menjelang Lebaran.

AKP Noor Alifi menjelaskan masyarakat dapat mengenali keaslian uang menggunakan metode 3D, yakni dilihat, diraba, dan diterawang.

“Dengan metode 3D, masyarakat bisa mengidentifikasi ciri-ciri uang asli. Diraba akan terasa teksturnya, dilihat detail gambarnya, dan diterawang terlihat tanda pengaman tertentu,” paparnya.

Dari hasil patroli dan komunikasi dengan para penjual jasa tukar uang, hingga saat ini belum ditemukan adanya peredaran uang palsu di wilayah Kabupaten Kudus.

“Alhamdulillah berdasarkan komunikasi kami dengan para penjual, sejauh ini belum ada temuan uang palsu. Namun apabila ada yang mencurigakan, kami minta segera dilaporkan agar bisa langsung kami tindak lanjuti,” katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa pengamanan yang diberikan kepolisian merupakan bagian dari pelayanan publik, terutama dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan hingga Idulfitri.

“Kehadiran polisi adalah untuk memastikan masyarakat merasa aman. Pengawalan ini gratis dan terbuka bagi siapa saja yang membutuhkan,” tandasnya. (*)