KUDUS, Kaifanews — Polsek Kudus Kota menunjukkan kepedulian sosial dengan mengevakuasi seorang anak perempuan penyandang disabilitas intelektual yang terlantar di Desa Demaan. Polisi kemudian memfasilitasi pemulangannya ke panti rehabilitasi di Kabupaten Demak, Selasa (24/3/2026) malam.
Remaja berinisial CJM (11) itu sebelumnya membuat warga Dukuh Ledok resah. Ia kerap tidur di emperan toko dan beberapa kali mengambil barang milik warga. Kondisi mentalnya juga membuat perilakunya sulit dikendalikan.
Warga kemudian melaporkan kondisi tersebut ke Polsek Kudus Kota. Petugas SPKT langsung bergerak cepat dan membawa CJM ke Mapolsek untuk diamankan.
Polisi memilih pendekatan persuasif. Petugas juga berusaha menenangkan CJM sambil mencari identitasnya.
Kapolsek Kudus Kota AKP Subkhan menjelaskan, petugas sempat kesulitan menggali identitas CJM. Namun berkat kesabaran anggota, informasi penting akhirnya terungkap.
“Petugas akhirnya mengetahui anak tersebut berasal dari Dayeuhluhur, Cilacap. Kondisinya yatim piatu dan sebelumnya tinggal di panti sosial,” jelasnya.
Polisi kemudian berkoordinasi dengan Polsek Dayeuhluhur Polresta Cilacap. Hasilnya, identitas CJM berhasil dipastikan.
Petugas juga menghubungi Panti Pelayanan Sosial Disabilitas Intelektual Pamardi Mulyo Demak. Dari koordinasi itu diketahui CJM merupakan penghuni panti yang sempat hilang karena tersesat.
Polsek Kudus Kota lalu segera mengatur pemulangan CJM. Polisi menggandeng ambulans Lazismu PD Muhammadiyah Kudus untuk mengantar anak tersebut kembali ke panti.
CJM berangkat menuju Demak sekitar pukul 19.08 WIB. Bhabinkamtibmas, perangkat desa, serta warga ikut mendampingi proses tersebut.
“Kami mengutamakan sisi kemanusiaan. Prioritas kami memastikan anak ini kembali ke tempat aman agar mendapat perawatan yang layak,” ujar AKP Subkhan.
Ketua RT setempat Joko Pitoyo juga mengapresiasi langkah cepat polisi. Ia menilai pendekatan humanis membuat persoalan cepat selesai tanpa konflik.
“Kami berterima kasih karena polisi bertindak cepat dan mengedepankan pendekatan kemanusiaan,” tandasnya. (*)









