KUDUS, Kaifanews — Pemerintah Kabupaten Kudus resmi memulai pembangunan Gedung Sehat RSUD dr. Loekmono Hadi yang digadang-gadang menjadi salah satu pusat layanan kesehatan modern di Kabupaten Kudus. Proyek senilai lebih dari Rp91 miliar itu ditandai dengan peletakan batu pertama, sekaligus penandatanganan kontrak kerja pembangunan yang ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menegaskan pembangunan gedung tersebut harus dijalankan secara transparan dan sesuai aturan karena menggunakan dana publik.

Ia meminta seluruh pihak, mulai dari kontraktor, pengawas proyek, hingga masyarakat ikut mengawal proses pembangunan agar berjalan sesuai rencana.

“Karena ini uang rakyat, pelaksanaannya harus benar-benar dijaga. Kontraktor, pengawas, termasuk masyarakat silakan ikut mengawasi jalannya pembangunan ini,” ujarnya usai peletakan batu pertama pada Selasa 19 Mei 2026.

Sam’ani menjelaskan pembangunan dilakukan dengan prinsip “pas-trap”, yakni tepat dimensi, tepat spesifikasi, tepat mutu, dan tepat administrasi. Menurutnya, setiap detail pekerjaan harus sesuai ukuran, kualitas material, hingga aturan administrasi yang berlaku.

“Dimensinya harus pas, spesifikasinya sesuai kontrak, kualitasnya tepat, dan administrasinya juga harus sesuai aturan,” katanya.

Batu Pertama Gedung Sehat RSUD Kudus Diresmikan, Ada Mall dan Hotel Rp91 Miliar
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sehat RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus yang mengusung konsep layanan kesehatan modern, area UMKM, hingga wisata kesehatan. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada aparat penegak hukum, termasuk jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan Kejaksaan Negeri, yang ikut melakukan pengawalan proyek tersebut agar pembangunan berjalan sesuai ketentuan.

Menurut Sam’ani, pengawalan itu bukan karena adanya persoalan, melainkan bentuk komitmen agar proyek berjalan transparan dan akuntabel.

“Kalau masyarakat menemukan hal-hal yang tidak sesuai, silakan dilaporkan. Bisa soal material, beton, besi, atau kualitas pekerjaan lainnya,” paparnya.

Gedung Sehat RSUD dr. Loekmono Hadi nantinya dirancang bukan hanya sebagai fasilitas layanan kesehatan biasa. Pemerintah daerah juga menyiapkan konsep “hospital and tourism” atau rumah sakit berbasis wisata kesehatan.

Gedung tersebut akan digunakan untuk layanan rawat inap reguler, VIP, hingga VVIP. Selain itu, di dalam kawasan gedung juga akan tersedia area UMKM, pusat perbelanjaan, hingga penginapan bagi dokter maupun keluarga pasien.

“Ini kolaborasi layanan kesehatan dengan peningkatan ekonomi masyarakat. Nanti ada UMKM lokal yang bisa ikut berkembang di sini,” jelasnya.

Bangunan itu direncanakan memiliki tujuh lantai, dengan satu lantai khusus area parkir. Sementara area sisi timur dan utara akan dimanfaatkan untuk pusat perbelanjaan dan tenant usaha.

Menurut Sam’ani, sejumlah tenant bahkan mulai menjalin komunikasi dengan pihak rumah sakit untuk mengisi area komersial tersebut.

“Nanti keluarga pasien atau pengunjung bisa langsung membeli oleh-oleh maupun kebutuhan lainnya di sekitar rumah sakit,” katanya.

Tak hanya itu, Pemkab Kudus juga menyiapkan fasilitas penginapan khusus bagi tenaga medis, terutama dokter spesialis, agar dapat mendukung kenyamanan pelayanan di rumah sakit.

“Daripada mereka harus kos di luar, nanti bisa menggunakan penginapan yang disediakan di kawasan rumah sakit,” ujarnya.

Pembangunan Gedung Sehat RSUD dr. Loekmono Hadi ditargetkan berlangsung sekitar 10 bulan, dimulai sejak Mei 2026 hingga akhir Desember 2026. Proyek tersebut menggunakan sumber pendanaan BLUD rumah sakit dan bukan berasal dari APBD Kabupaten Kudus.

Dengan hadirnya gedung baru tersebut, pemerintah berharap kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Kudus semakin meningkat sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui keterlibatan UMKM lokal dan konsep wisata kesehatan yang mulai dikembangkan. (*)