Kaifanews – Pasar kripto kembali diguncang tekanan jual besar, dengan Bitcoin (BTC) menjadi pusat perhatian. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto terbesar dunia itu mengalami penurunan tajam hingga 12,85%, membuat harganya terperosok ke kisaran USD 63.500 atau sekitar Rp1,07 miliar per koin.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Koreksi ini berdampak langsung pada dinamika pasar secara keseluruhan. Meski harga melemah, dominasi Bitcoin justru bertahan di area 59,45%, menandakan bahwa aliran volatilitas masih terfokus pada BTC sebagai aset utama, sementara altcoin cenderung tertekan lebih dalam.

Kembali Jebol di Bawah USD 70.000

Pelemahan terbaru ini memiliki makna penting secara teknikal dan psikologis. Bitcoin kembali turun ke bawah USD 70.000, level yang sebelumnya bertahan sejak periode pasca pemilu Amerika Serikat pada November 2024. Bahkan, menurut data perdagangan Ajaib, harga BTC sempat menyentuh USD 60.000, menghapus seluruh kenaikan yang terbentuk sejak akhir tahun lalu.

Jika ditarik lebih panjang, kondisi saat ini menunjukkan koreksi yang sangat dalam. Dari rekor tertinggi di USD 126.199 pada Oktober tahun lalu, Bitcoin kini telah kehilangan lebih dari 50% nilainya, menandai fase penyesuaian besar setelah reli panjang.

Tekanan Risk-Off Masih Mendominasi

Dari sudut pandang sentimen pasar, penurunan tajam ini mencerminkan sikap risk-off yang masih kuat di kalangan investor kripto. Aksi jual agresif mengindikasikan penurunan selera risiko serta penyesuaian valuasi setelah euforia reli sebelumnya.

Namun, bertahannya dominasi Bitcoin menunjukkan satu hal penting: di tengah ketidakpastian, investor masih menganggap BTC sebagai aset “safe haven relatif” di dunia kripto, dibandingkan dengan altcoin yang volatilitasnya lebih ekstrem.

Outlook Jangka Pendek

Dalam waktu dekat, pergerakan Bitcoin diperkirakan masih diwarnai fluktuasi tinggi. Secara teknikal, harga berpotensi bergerak di kisaran USD 62.000–65.000, sebuah area krusial untuk melihat apakah tekanan jual mulai melemah atau justru berlanjut lebih dalam.

Situasi ini menjadi pengingat penting bagi pelaku pasar untuk lebih disiplin dalam manajemen risiko. Dengan volatilitas yang belum mereda, konfirmasi arah pergerakan dan pengelolaan posisi menjadi kunci sebelum mengambil keputusan investasi di tengah gejolak pasar kripto yang masih panas. (*)