KUDUS, Kaifanews — Hari pertama MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 langsung menghadirkan kejutan. Tim debutan Samarinda menjungkalkan Jakarta, juara bertahan Kudus membuka langkah dengan kemenangan meyakinkan, sementara Yogyakarta mengamuk dengan pesta delapan gol pada laga yang berlangsung di Supersoccer Arena Kudus, Selasa 23 Juni 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Sebanyak enam pertandingan tersaji pada pembukaan turnamen yang mempertemukan tim-tim terbaik dari 12 kota di Indonesia. Persaingan ketat sudah terlihat sejak laga pertama, membuat perebutan tiket menuju babak gugur dipastikan berlangsung sengit hingga pertandingan terakhir fase grup.

Kejutan terbesar datang dari Grup A. Samarinda yang baru pertama kali tampil di MLSC All-Stars sukses mencuri perhatian setelah menaklukkan semifinalis musim lalu, Jakarta, dengan skor 2-1.

Jakarta sempat unggul lebih dulu melalui Anindhita El Hebsy pada menit ke-27. Namun keunggulan itu hanya bertahan kurang dari satu menit setelah Senovela Priscilla Haren menyamakan kedudukan lewat tendangan dari tengah lapangan. Samarinda kemudian membalikkan keadaan melalui gol Asiah Nur Fatima pada menit ke-31 yang memastikan tiga poin perdana bagi wakil Kalimantan Timur tersebut.

Pelatih Samarinda, Taufik Hidayat, mengaku bangga dengan mental anak asuhnya yang mampu bangkit setelah sempat berada di bawah tekanan.

“Kami tahu Jakarta memiliki materi pemain yang bagus. Karena itu kami fokus bertahan lebih dulu. Di babak kedua anak-anak bermain lebih rileks dan bisa menjalankan instruksi dengan baik. Alhamdulillah hasilnya sesuai harapan,” ujarnya.

Masih di Grup A, derby Jawa Timur menjadi milik Surabaya. Menghadapi Malang, tim Kota Pahlawan menang 2-0 lewat gol Jesshica dan Aghnia Nurul Fadhia Rohman.

Sementara itu di Grup B, Yogyakarta tampil sebagai tim paling produktif pada hari pertama. Mereka menghajar Banjarmasin dengan skor telak 8-0.

Nadia Shakila Azzahra menjadi bintang kemenangan setelah mencetak tiga gol. Tiga gol lainnya diborong sang kapten Shima Putri Larasati, sementara dua gol tambahan lahir melalui Naura Shahida Afifatu Rahmani serta gol bunuh diri pemain Banjarmasin.

Pelatih Yogyakarta, Tri Wulandari, menilai perubahan pendekatan saat jeda pertandingan menjadi kunci meledaknya produktivitas tim pada babak kedua.

“Di babak pertama sebenarnya kami sudah mendominasi, tetapi penyelesaian akhir masih kurang maksimal. Saat turun minum kami meminta anak-anak bermain lebih tenang, percaya kepada teman, dan lebih menikmati pertandingan,” katanya.

Masih di grup yang sama, Semarang berhasil memenangkan derby Jawa Tengah melawan Solo dengan skor 2-0. Lorin Adelia Riyanto membuka keunggulan sebelum Ammaora Kalani Putri menggandakan skor menjelang laga berakhir.

Di Grup C, juara bertahan Kudus mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya. Bermain di hadapan pendukung sendiri, tim asuhan Yayat Hidayat menundukkan Tangerang 2-0 melalui dua gol Giada Soebianto.

Kudus tampil dominan sejak awal dengan menguasai lini tengah dan memaksa lawan kesulitan mengembangkan permainan.

“Jantung permainan sepak bola ada di lini tengah. Kalau bisa menguasai area itu, peluang memenangkan pertandingan akan lebih besar. Itu yang kami tekankan kepada anak-anak,” kata Yayat.

Satu pertandingan lain di Grup C mempertemukan Bandung dan Bekasi. Meski berlangsung dalam tempo tinggi dan diwarnai sejumlah peluang berbahaya, kedua tim harus puas berbagi angka setelah bermain imbang tanpa gol.

Hasil tersebut membuat persaingan di Grup C masih terbuka lebar. Kudus memimpin klasemen sementara dengan tiga poin, diikuti Bandung dan Bekasi yang sama-sama mengoleksi satu poin, sedangkan Tangerang berada di posisi terbawah.

Di Grup A, Surabaya dan Samarinda sama-sama mengoleksi tiga poin. Sedangkan Grup B dipimpin Yogyakarta dan Semarang yang juga meraih kemenangan pada laga pembuka.

Hasil hari pertama menunjukkan bahwa peta persaingan MLSC All-Stars 2026 semakin sulit ditebak. Tim debutan mampu membuat kejutan, juara bertahan menunjukkan ketangguhannya, dan sejumlah kandidat juara mulai memperlihatkan kualitasnya sejak pertandingan pertama. (*)