KUDUS, Kaifanews — Di tengah persaingan ketat MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026, Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago, ikut menyampaikan pesan kepada para pemain muda yang akan bertanding di Supersoccer Arena Kudus.
Mantan pelatih tim nasional itu meminta para peserta menikmati setiap momen kompetisi dan tidak menjadikan kemenangan sebagai satu-satunya tujuan.
Menurut Jacksen, ajang All-Stars merupakan bagian penting dari proses pembinaan yang harus memberikan pengalaman berharga bagi anak-anak, bukan tekanan berlebihan untuk meraih gelar juara.
Ia menjelaskan proses pembentukan tim dilakukan secara ketat melalui pemantauan tim talent scouting dan pelatih dari berbagai daerah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh peserta yang tampil merupakan pemain dengan kualitas terbaik hasil pembinaan sepanjang musim.
“Tim pemandu bakat kami melihat persaingan yang jauh lebih merata dan kompetitif dibanding tahun sebelumnya. Ditambah lagi, All Star tahun ini menjadi bagian penting dari trilogi sepak bola putri nasional yang akan membuka jalan bagi para pemain terbaik untuk melangkah ke turnamen besar berskala internasional,” katanya saat ditemui di Supersoccer Arena Kudus, Senin malam 22 Juni 2026.

Meski begitu, Jacksen menegaskan bahwa para pemain tidak perlu dibebani target yang berlebihan. Ia ingin para peserta menikmati kesempatan langka yang mungkin menjadi salah satu momen paling berkesan dalam perjalanan karier mereka.
“Tapi yang saya mau sampaikan adalah ini momen luar biasa untuk kalian menikmati permainan. Jelas ada piala yang diperebutkan, tapi yang paling penting manfaatkan momen ini untuk menciptakan sejarah, kenangan yang indah karena ini langkah awal menuju puncak karier kalian,” ujarnya.
Menurutnya, tugas pelatih bukan sekadar mengejar hasil pertandingan, melainkan membantu pemain menemukan potensi terbaik yang mereka miliki.
“Nikmati setiap saat, setiap detik momen ini. Tugas pelatih bukan memaksa mereka meraih kemenangan, tapi membuat mereka berkembang hingga bisa bertemu dengan potensi terbaik di masa depan,” paparnya.
MilkLife Soccer Challenge All Stars 2026 menjadi salah satu bagian dari Women’s Soccer Trilogy 2026 yang dirancang untuk memperluas pembinaan sepak bola putri nasional. Turnamen ini diharapkan mampu melahirkan lebih banyak pemain muda berbakat yang nantinya dapat memperkuat Tim Nasional Putri Indonesia.
Dengan persaingan yang semakin merata dan kualitas peserta yang terus meningkat, Jacksen optimistis masa depan sepak bola putri Indonesia akan semakin cerah apabila proses pembinaan dilakukan secara berkelanjutan dan terstruktur.
“Yang paling penting adalah bagaimana mereka berkembang. Ketika mereka berkembang, prestasi akan mengikuti,” tegasnya.

Muda dan Berbakat
Turnamen yang menjadi puncak rangkaian MilkLife Soccer Challenge musim 2026 ini mempertemukan para pemain terbaik hasil seleksi dari berbagai daerah. Mereka merupakan talenta-talenta muda yang telah melalui proses pembinaan dan kompetisi sepanjang tahun sebelum akhirnya tampil di panggung All Stars.
Kejuaraan yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife tersebut diikuti tim dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Malang, Kudus, Samarinda, dan Banjarmasin. Mereka akan berkompetisi mulai 23-28 Juni 2026.
Juara MLSC tahun lalu, Kudus lewat pernyataan Yayat Hidayat sebagai Pelatih Kepala menilai jika ajang tahun ini jadi lebih kompetitif karena diikuti oleh 12 tim. baginya, tantangan untuk mempertahankan gelar cukup berat, tapi optimis tetap bisa berkat materi pemain dan dukungan supporter sebagai tuan rumah.
“Untuk tahun ini mungkin lebih meriah dari tahun kemarin karena ada tambahan peserta jadi 12 tim. Ada perubahan dalam jumlah pemain juga, tentunya cukup berat tim-tim lawan. tapi saya sebagai tuan rumah akan memaksimalkan dukungan supporter dan insya allah siap mempertahankan gelar juara MLSC All-Stars. Yang pasti, turnamen ini adalah pesta anak-anak, yang penting mereka enjoy, happy, dan menikmati pertandingan. Untuk saya, kemenangan adalah bonus,” kata Coach Yayat.
Sementara itu bagi tim Bandung, Riyanti Saffana Suryani sebagai kapten tim merasa jika tahun ini mereka datang dengan banyak pengalaman dari turnamen sebelumnya. Bekal itu yang dianggapnya penting untuk mengatasi tekanan di lapangan sambil memastikan semangat juang rekan-rekannya tetap terjaga di setiap pertandingan.
“Di tahun ini kami sudah punya bekal materi untuk bertanding maksimal. yang pasti kekalahan kemarin tidak akan terulang. Tetap percaya diri menghadapi lawan-lawan. Percaya diri banget kita menjalani di Grup C, karena pernah ketemu dan tahu kekuatannya. Pasti mereka latihan dengan maksimal tapi kita tentu lebih maksimal. Pokoknya semangat. Untuk warga Bandung selalu dukung kami,” ujar pemain yang berpredikat sebagai Best Player di MLSC Bandung 2025-2026 Seri 1. (*)









