KUDUS, Kaifanews – Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin mengungkapkan, pihaknya membentuk Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di sekolah untuk mencegah perundungan atau bullying. Setidaknya, 120 siswa di Jateng telah dilatih menghadapi perundungan.
Tim itu, kata Sadimin, melibatkan guru bimbingan konseling, wali kelas, serta unsur kesiswaan, untuk menangani berbagai persoalan yang dihadapi siswa. Itu masih berkait dalam mencegah perundungan.
Tak tanggung, Dinas Pendidikan juga bekerja sama dengan Polda Jawa Tengah dalam memberikan pelatihan kepada pelajar, terkait pencegahan perundungan, termasuk perundungan melalui media sosial.
“Sekitar 120 ribu anak sudah mengikuti pelatihan, dan hasilnya cukup positif,” kata Sadimin, saat Rembug Pembangunan Provinsi Jawa Tengah 2026, di Pendopo Kota Tegal, Senin 22 Juni 2026, mengutip situs Pemprov Jateng.
Upaya itu, lanjut Sadimin, diharapkan bisa menunaikan cita-cita Jateng memiliki lingkungan pendidikan yang tegas menolak perundungan hingga zero bullying. (*)








