KUDUS, Kaifanews – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kudus dalam beberapa jam terakhir sejak Minggu sore, 12 April 2026, menyebabkan banjir di ruas Jalan Situs Patiayam, Desa Terban, Kecamatan Jekulo. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 40 sentimeter dan menggenangi sejumlah titik di area tersebut. Genangan banjir tersebut menyebabkan arus lalu lintas terhambat dan sulit dilintasi kendaraan bermotor.
Salah satu warga Desa terban, Suyanto (45), mengatakan banjir mulai terjadi sejak sore hari setelah hujan tak kunjung reda.
“Air mulai naik sekitar sore, awalnya kecil lalu semakin tinggi. Tidak sampai satu jam sudah setinggi lutut orang dewasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas warga dan pengunjung yang berada di sekitar lokasi.
“Biasanya tidak separah ini. Kalau hujan deras terus, air cepat sekali meluap,” imbuhnya.
Banjir terjadi akibat intensitas hujan yang tinggi serta sistem drainase yang tidak mampu menampung debit air secara maksimal. Air meluap dan mengalir ke kawasan situs, sehingga mengganggu aktivitas di sekitar lokasi.
Luapan sungai tidak hanya menyebabkan genangan, tetapi juga membawa material lumpur hingga ke badan jalan. Di jalur Pantura Kudus–Pati, lumpur dengan ketebalan sekitar 5 sampai 10 sentimeter sempat menutup sebagian ruas, sehingga menghambat laju kendaraan dan meningkatkan potensi kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Sejumlah warga dan pengunjung yang berada di area tersebut terpaksa berhati-hati saat melintas. Meski tidak sampai menimbulkan korban jiwa, kondisi ini tetap menjadi perhatian karena berpotensi merusak area situs yang memiliki nilai sejarah penting.
Menanggapi kondisi tersebut, petugas terkait segera turun ke lokasi untuk membersihkan material lumpur agar kondisi jalan kembali normal dan arus lalu lintas dapat pulih. Proses pembersihan dilakukan secara bertahap karena genangan air di sejumlah titik masih terbilang tinggi.
Petugas setempat bersama warga langsung melakukan upaya penanganan dengan membersihkan saluran air dan memastikan aliran kembali lancar. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada, terutama jika hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi.
Pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi terhadap sistem drainase di kawasan tersebut guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Mengingat Situs Patiayam merupakan salah satu kawasan bersejarah, perlindungan terhadap area ini menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir ini menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu kelestarian situs yang memiliki nilai sejarah tinggi. Pihak terkait diharapkan segera melakukan evaluasi sistem drainase guna mengantisipasi kejadian serupa.
Warga pun diimbau untuk tetap waspada, terutama saat curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan. (*)
KETGAM : Banjir di Desa Terban, Kecamatan Jekulo Kudus Minggu, 12 April 2026. Foto Kaifanews








