KUDUS, Kaifanews — Pengguna media sosial di Kudus dibuat geger pada Kamis pagi, 4 Juni 2026. Akun Instagram resmi Polres Kudus yang biasanya berisi informasi pelayanan publik, kegiatan kepolisian, dan imbauan kamtibmas mendadak menampilkan unggahan promosi penjualan iPhone hingga emas Antam.
Konten yang tidak lazim tersebut langsung memancing perhatian warganet. Sebab akun dengan nama pengguna @polreskudus selama ini dikenal sebagai kanal resmi penyampaian informasi kepolisian kepada masyarakat.
Berdasarkan pantauan, unggahan pertama yang menawarkan produk iPhone muncul sekitar pukul 09.06 WIB. Tak lama kemudian, sejumlah postingan lain yang mempromosikan emas Antam dan barang elektronik juga bermunculan.
Narasi yang digunakan dalam unggahan tersebut menyerupai pola promosi yang kerap ditemukan pada akun-akun penipuan di media sosial, sehingga menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengikut akun tersebut.
Menanggapi kejadian itu, Polres Kudus membenarkan akun Instagram resminya sedang mengalami gangguan akibat dugaan peretasan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo melalui Kasi Humas AKP Kusmanto mengatakan saat ini tim sedang berupaya mengembalikan kendali penuh atas akun tersebut.
“Saat ini tim Polres Kudus sedang bekerja keras melakukan pemulihan untuk mengambil alih kembali kendali penuh atas akun tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Polisi juga meminta masyarakat untuk sementara waktu mengabaikan seluruh unggahan maupun pesan yang muncul dari akun tersebut sampai proses pemulihan selesai dilakukan.
Dengan jumlah pengikut yang mencapai lebih dari 100 ribu akun dan ribuan unggahan yang telah dipublikasikan selama bertahun-tahun, akun Instagram Polres Kudus memiliki tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Kondisi itu berpotensi dimanfaatkan pelaku untuk menjalankan berbagai modus penipuan apabila masyarakat tidak berhati-hati.
Karena itu, warga diimbau tidak melakukan transaksi apa pun yang ditawarkan melalui akun tersebut.
“Jangan menggapi segala bentuk DM atau komentar dari unggahan tersebut. Jangan melakukan transaksi atau mentransfer uang apa pun yang ditawarkan di sana,” pesannya.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang terjadi dan memastikan proses pemulihan masih terus dilakukan.
“Maaf akun @polreskudus saat ini kena hack. Saat ini sedang proses pemulihan akun,” jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, sejumlah unggahan promosi yang diduga diunggah oleh pelaku masih terlihat di akun tersebut. Sementara tim yang menangani pemulihan terus berupaya mengembalikan keamanan akun dan mencegah penyalahgunaan lebih lanjut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa ancaman kejahatan siber tidak hanya menyasar akun pribadi, tetapi juga akun resmi milik instansi pemerintah dan penegak hukum yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi di masyarakat. (*)








