KENDAL – Jawa Tengah kembali menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu destinasi investasi unggulan di Indonesia. Kali ini, Perusahaan kemasan kertas asal Tiongkok, PT Hoi Fu, menanamkan investasi senilai Rp1,12 triliun di kawasan ekonomi khusus (KEK) Kendal.
PT Hoi Fu berpotensi membuka ribuan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Proses peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut telah dilaksanakan pada Sabtu 2 Mei 2026 dan dihadiri Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, dalam keterangan persnya membenarkan tingginya minat investor asing untuk menanamkan modal di wilayahnya.
Menurut dia, situasi keamanan yang kondusif menjadi salah satu faktor utama yang menarik penanaman modal asing ke Jawa Tengah. Bahkan, investasi asing tercatat mendominasi total realisasi investasi di provinsi tersebut.
Sakina mengungkapkan, pada triwulan I tahun 2026, nilai investasi asing mencapai 58 persen dari total penanaman modal yang terealisasi, dengan nilai mencapai Rp23,02 triliun.
Ia menyebut, pemerintah terus berupaya menjaga stabilitas keamanan dan menciptakan iklim usaha yang nyaman bagi para investor. Komitmen tersebut juga sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang menekankan pentingnya menjaga kondisi daerah tetap aman dan kondusif agar investor merasa yakin berinvestasi di Jawa Tengah.
Menurut Sakina, berbagai kemudahan dan insentif juga diberikan kepada investor, seperti tax allowance, tax holiday, hingga tax deduction, khususnya bagi perusahaan yang berinvestasi di kawasan ekonomi khusus (KEK).
Selain itu, di kawasan tersebut tersedia administrator khusus yang membantu proses pengurusan perizinan, sehingga investor dapat lebih fokus menjalankan dan mengembangkan usahanya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah turut berperan dalam mendukung proses awal investasi, mulai dari pelayanan perizinan melalui DPMPTSP hingga penerbitan certificate of origin atau surat keterangan asal barang oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah.
“Meski penanaman modal asing menjadi kewenangan pemerintah pusat, kami tetap melakukan pendampingan apabila muncul kendala. Kami juga membantu memfasilitasi komunikasi dengan kementerian terkait,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga aktif menjalin komunikasi dengan investor melalui asosiasi dagang dari masing-masing negara. Dengan demikian, berbagai persoalan teknis maupun nonteknis dapat segera dicarikan solusi. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi salah satu alasan investor merasa nyaman dan akhirnya mengajak investor lain untuk masuk ke Jawa Tengah.
Berdasarkan data Sekretariat Jenderal Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus, PT Hoi Fu menanamkan investasi senilai Rp1,12 triliun di KEK Kendal dengan potensi penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 1.000 orang.
Data yang sama juga menunjukkan bahwa hingga triwulan I 2026, KEK Kendal telah mencatat investasi kumulatif sebesar Rp101,93 triliun dengan total serapan tenaga kerja mencapai 117.941 orang. Kehadiran investasi tersebut dinilai turut mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal yang mencapai 9 persen secara tahunan atau year-on-year.
Pembangunan pabrik itu dilakukan di kawasan ekonomi khusus (KEK) Kendal, lokasi tersebut dinilai strategis karena memiliki akses transportasi yang memadai, mulai dari jalur tol, pelabuhan, hingga kedekatan dengan pusat distribusi industri di Jawa Tengah.
Masuknya investor asing menjadi bukti meningkatnya kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Kendal. Menurutnya, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan kemudahan perizinan serta menjaga stabilitas daerah agar investor merasa nyaman menanamkan modalnya.
Pabrik kemasan kertas tersebut direncanakan memproduksi berbagai jenis kemasan untuk kebutuhan industri makanan, minuman, elektronik, hingga kebutuhan ekspor. Permintaan terhadap produk kemasan ramah lingkungan disebut terus meningkat seiring tren global yang mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.
Pabrik ini nantinya diproyeksikan menyerap ratusan tenaga kerja, baik pada tahap pembangunan maupun saat operasional penuh. Pemerintah daerah berharap perekrutan tenaga kerja lokal dapat menjadi prioritas sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
Dengan masuknya investor asal Tiongkok ini, Kabupaten Kendal semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri baru di Jawa Tengah. Pemerintah berharap investasi tersebut dapat menjadi pemicu hadirnya investor lain sehingga pertumbuhan ekonomi daerah terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan. (*)








