JAKARTA – Di sudut ruang tamu, seorang anak perempuan tampak duduk terdiam sambil meremas ujung bajunya dengan raut wajah cemas. Di hadapannya, layar laptop masih menampilkan laman situs Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang terus memperbarui data pendaftaran.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mendampingi anak melewati proses seleksi sekolah baru sering kali memicu tekanan mental yang cukup besar bagi seluruh anggota keluarga. Orang tua memegang peran yang sangat krusial untuk menjaga stabilitas emosi anak agar tidak larut dalam kecemasan yang berlebihan.

Dukungan psikologis yang tepat dari rumah akan membantu anak tetap merasa aman, apa pun hasil akhir dari seleksi tersebut. Berikut adalah langkah praktis bagi orang tua untuk menenangkan anak yang sedang cemas menghadapi masa PPDB:

  1. Validasi Perasaan Anak: Dengarkan seluruh keluh kesah mereka dan katakan bahwa merasa khawatir adalah hal yang sangat wajar.

  2. Hindari Tekanan Berlebih: Jangan terlalu sering membicarakan target sekolah pilihan di depan anak agar mereka tidak merasa terbebani.

  3. Siapkan Rencana Cadangan: Diskusikan pilihan sekolah swasta berkualitas bersama anak sebagai alternatif terbaik jika tidak lolos jalur negeri.

  4. Alihkan dengan Aktivitas Seru: Ajak anak berolahraga, menonton film, atau memasak bersama untuk menyegarkan pikiran mereka sejenak.

  5. Tunjukkan Kasih Sayang Tanpa Syarat: Tegaskan kepada anak bahwa nilai atau sekolah tidak akan pernah mengubah rasa cinta Anda kepada mereka.

Fokuslah untuk memuji usaha keras yang sudah anak lakukan selama masa sekolah, bukan sekadar hasil akhir dari sistem seleksi. Langkah ini sangat efektif untuk membangun kembali rasa percaya diri anak yang sempat goyah akibat ketatnya persaingan nilai.

Pastikan anak juga tetap mendapatkan waktu tidur yang cukup dan asupan makanan bergizi selama proses pendaftaran berlangsung harian. Kondisi fisik yang prima akan membantu menjaga kestabilan emosi anak dalam menghadapi berbagai situasi yang kurang menyenangkan.

Banyak keluarga kini mulai sadar bahwa kesehatan mental anak jauh lebih berharga daripada gengsi memilih sekolah favorit tertentu. Mereka mulai mengubah sudut pandang dan melihat proses PPDB sebagai salah satu fase pembelajaran hidup untuk melatih ketangguhan anak.

Mari menjadi sandaran yang kuat dan teduh bagi buah hati Anda di tengah ketatnya persaingan masuk sekolah tahun ini. Pelukan hangat dari orang tua adalah obat penenang paling mujarab bagi jiwa anak yang sedang dilanda badai kekhawatiran. (*)