KUDUS, Kaifanews — Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menghadiri pengukuhan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Kabupaten Kudus di Pendapa Kabupaten Kudus, Kamis (12/2/2026). Kegiatan berlangsung khidmat sekaligus menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam melestarikan budaya dan identitas daerah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Endhah Sam’ani Intakoris turut menampilkan Tari Caping Kalo sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya lokal.

Bupati Sam’ani menegaskan kebaya, bordir, batik, hingga caping kalo merupakan kekayaan budaya Kudus yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurutnya, gerakan berkebaya di Kudus telah menjadi komitmen bersama, termasuk kebijakan ASN perempuan mengenakan busana khas Kudusan setiap Kamis serta pakaian adat Kudus setiap tanggal 23.

“Hari ini hari yang istimewa, ibu-ibu memakai kebaya dalam Perempuan Berkebaya Indonesia Kabupaten Kudus. Ini bentuk komitmen kita melestarikan budaya. Terlebih kebaya kini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO,” ujar Sam’ani.

Ia juga menilai gerakan berkebaya berdampak positif terhadap perekonomian daerah. Produk UMKM seperti kebaya, bordir, batik, hingga caping kalo semakin diminati masyarakat.

“UMKM menjadi luar biasa. Kebaya, bordir, batik, caping kalo laris semua. Ini identitas dan kebanggaan masyarakat Kudus,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati turut mengapresiasi dukungan PT Nojorono yang akan mendukung rencana pemecahan Rekor MURI Tari Caping Kalo pada peringatan Hari Jadi Kudus mendatang, melanjutkan kesuksesan Tari Kretek yang sebelumnya melibatkan 1.405 penari.

Ia juga mengucapkan selamat kepada pengurus PBI yang baru dilantik dan berharap organisasi tersebut mampu memperkuat kolaborasi lintas profesi dalam mengampanyekan kebaya sebagai identitas budaya bangsa.

“Kami ucapkan selamat kepada ibu-ibu pengurus PBI yang baru dilantik. Ada pengusaha, artis, dokter, lengkap semua. Semoga bisa berkolaborasi untuk melestarikan kebaya. Perempuan berkebaya itu tutur kata dan langkahnya halus, semakin cantik, santun, dan menjadi kebanggaan Indonesia,” ungkapnya.