KUDUS, Kaifanews — Akses penghubung warga Desa Pedawang, Kecamatan Bae, kini semakin mudah setelah Jembatan Pedawang atau yang dikenal sebagai Jembatan Merah Putih resmi dioperasikan, Senin (16/3/2026).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Jembatan dengan konstruksi armco tersebut dibangun melalui dukungan pemerintah pusat dan dikerjakan oleh jajaran Kodim 0722/Kudus.

Peresmian dilakukan langsung Bupati Kudus Sam’ani Intakoris bersama Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie, Kapolres Kudus, Camat Bae, serta Kepala Desa Pedawang.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan jembatan yang dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat, terutama di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau.

“Alhamdulillah hari ini kita resmikan Jembatan Pedawang atau Jembatan Merah Putih bersama jajaran Kodim, Polres, camat dan kepala desa. Pembangunannya sangat cepat, tidak sampai satu bulan sudah selesai dengan konstruksi yang kuat,” ujarnya.

Menurutnya, jembatan dengan sistem armco merupakan solusi efektif untuk daerah yang membutuhkan pembangunan cepat, khususnya wilayah dengan kondisi geografis tertentu.

“Jembatan armco ini secara teknik sipil memang sangat tepat untuk daerah yang membutuhkan akses cepat, terutama wilayah yang sebelumnya sulit terhubung,” katanya.

Ia menjelaskan, keberadaan jembatan tersebut memiliki dampak besar bagi masyarakat karena menghubungkan dua wilayah yang sebelumnya terpisah aliran sungai.

“Tujuan utama pembangunan jembatan tentu untuk menghubungkan akses jalan yang sebelumnya terpisah. Dengan adanya jembatan ini, interaksi masyarakat menjadi lebih mudah, baik untuk ekonomi, pendidikan maupun kegiatan sosial,” jelasnya.

Menurut Bupati, akses yang semakin mudah juga akan berdampak pada pertumbuhan wilayah serta peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.

“Kalau akses sudah terbuka, jalur ekonomi, pendidikan, sosial, termasuk aktivitas keagamaan juga semakin mudah. Ini tentu akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar,” paparnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0722/Kudus Letkol Arh Yuusufa Allan Andriasie menjelaskan pembangunan jembatan tersebut telah melalui kajian teknis sehingga dinilai layak menggunakan konstruksi armco.

“Secara teknis lokasi Jembatan Pedawang ini memenuhi syarat karena kedalaman sungai lebih dari tiga meter sehingga sesuai dengan spesifikasi teknis jembatan armco,” ujarnya.

Kolaborasi TNI dan Pemerintah, Jembatan Armco Pertama di Kudus Resmi Dibuka
Jembatan Merah Putih Pedawang yang dibangun TNI resmi dibuka untuk masyarakat. Foto: Ihza Fajar/Kaifanews

Ia menambahkan, jembatan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi jalur menuju area perkebunan serta akses menuju tempat ibadah.

“Di belakang lokasi ini ada area perkebunan yang sering diolah masyarakat. Selain itu, warga juga membutuhkan akses cepat menuju masjid, sementara sebelumnya jalan sudah ada tetapi jembatannya belum tersedia,” katanya.

Pembangunan jembatan tersebut dikerjakan kurang dari satu bulan dengan melibatkan sekitar 30 hingga 40 personel gabungan TNI dan masyarakat setempat.

“Kita kerjakan kurang dari satu bulan karena seluruh material armco didatangkan dari pemerintah pusat. Personel yang terlibat sekitar 30 sampai 40 orang, terdiri dari anggota TNI dan masyarakat,” jelasnya.

Secara teknis, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 12 meter dengan lebar hampir 5 meter. Jembatan ini juga menjadi jembatan armco pertama yang dibangun di Kabupaten Kudus.

“Ini jembatan armco pertama di Kudus dan ke depan kami akan mengusulkan beberapa titik lain yang juga membutuhkan jembatan serupa,” tandasnya. (*)