KUDUS, Kaifanews — Ada nostalgia yang dirasakan Kevin Sanjaya Sukamuljo ketika kembali menginjakkan kaki di GOR Djarum, Jati, Kudus. Tempat tersebut mengingatkannya pada masa ketika ia masih menjadi pebulutangkis muda yang berjuang melewati Audisi Umum PB Djarum pada 2006.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kini, posisi Kevin berbeda. Dua kali meraih gelar All England dan pernah menjadi salah satu pemain ganda putra terbaik dunia, ia kembali ke GOR Jati sebagai bagian dari Tim Pencari Bakat PB Djarum dalam Audisi Umum PB Djarum 2026.

Di tengah ribuan peserta yang tengah mengejar kesempatan untuk melanjutkan pembinaan, Kevin melihat suasana yang tidak jauh berbeda dengan perjuangannya belasan tahun lalu. Semangat dan kegigihan para pebulutangkis muda itu membuatnya kembali mengingat perjalanan panjang yang pernah dilaluinya.

“Hadir di GOR Jati membuat saya bernostalgia semasa pertama kali mengikuti Audisi Umum PB Djarum di tahun 2006 lalu. Saya senang melihat perjuangan adik-adik yang begitu gigih,” ungkap Kevin pada Rabu 9 September 2026.

Bagi Kevin, kemampuan teknis saja belum cukup untuk membawa seorang atlet mencapai level tertinggi. Mentalitas ketika berada di lapangan menjadi salah satu modal penting, terutama bagaimana seorang pemain menghadapi tekanan dan menerima apapun hasil pertandingan.

Menurutnya, atlet muda harus memiliki keinginan kuat untuk menang, tetapi pada saat bersamaan tidak boleh dikuasai rasa takut ketika menghadapi kemungkinan kekalahan.

“Menurut saya, mentalitas bertanding dan siap akan hasil apapun di lapangan menjadi poin penting untuk menjadi pebulutangkis handal. Jadi antara keinginan untuk menang dan rasa takut kalah itu harus seimbang,” kata Kevin.

Pesan tersebut menjadi penting bagi para peserta audisi yang tengah berusaha menunjukkan kemampuan terbaiknya di hadapan Tim Pencari Bakat. Sebab, perjalanan menjadi atlet berprestasi bukan hanya tentang memenangkan pertandingan, melainkan juga bagaimana seorang pemain mampu terus berkembang dari setiap pengalaman yang dilewati.

Kevin pun melihat antusiasme peserta Audisi Umum PB Djarum 2026 sebagai sinyal positif bagi masa depan bulutangkis Indonesia. Ribuan anak dari berbagai daerah datang membawa ambisi dan mimpi yang sama untuk menjadi bagian dari dunia bulutangkis profesional.

“Melihat antusiasme yang luar biasa dari adik-adik di audisi kali ini, saya rasa ini merupakan angin segar bagi regenerasi bulutangkis kita karena merekalah calon-calon pahlawan olahraga untuk Indonesia di masa depan,” tandasnya.