KUDUS, Kaifanews – Komunitas Maos To Sae Movement (MAOSSAE) kembali menggelar diskusi literasi edisi ke-29. Menggandeng Nomizo.co dan Mentas.id, MAOSSAE kali ini mengangkat tema “Djamhari Kretek Kudus” pada Rabu, 13 Mei 2026.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Diskusi akan menghadirkan Edy Supratno, sejarawan sekaligus penulis buku Djamhari: Penemu Kretek – 100 Tahun Sejarah yang Terpendam dan Lika-Liku Pencarian Jejaknya. Buku dengan kata pengantar Mohamad Sobary ini menelusuri sosok H. Djamhari, tokoh yang disebut sebagai penemu kretek pertama di Kudus.

Acara digelar pukul 19.00 WIB hingga selesai, bertempat di Depan Rumah Mas Aan, Perum Muria Indah, Kudus. Diskusi terbuka untuk umum dan gratis. Panitia mengajak masyarakat hadir bersama teman dan keluarga.

Untuk lokasinya di Jl. Kelud Raya No.14 blok k732, Kayuapu Kulon, Gondangmanis, Kec. Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Info lebih lanjut dapat menghubungi 085797866312.

Perwakilan komunitas MAOSSAE, Bryan, membagikan kesannya setelah membaca buku yang akan dibahas dalam diskusi tersebut.

“Saya menemukannya di rak lemari perpusda bangunan lama. Setelah khatam membaca, buku ini akan selalu menjadi buku favorit bagi saya. Penelusuran yang tidak mudah untuk mengungkap H. Djamhari sebenarnya mitos atau fakta. Dan beliau-beliau penulis berhasil menyajikan jawabannya. Maka, mari kita duduk melingkar membincangkannya,” ujar Bryan, Kamis 7 Mei 2026.

Maossae merupakan gerakan literasi di Kudus yang rutin menggelar diskusi buku, bedah tokoh, dan isu sosial budaya. Kolaborasi dengan Nomizo.co dan Mentas.id pada edisi ke-29 ini diharapkan menjangkau lebih banyak pegiat literasi dan masyarakat umum yang ingin mengenal identitas Kota Kretek dari sisi sejarahnya. (*)