KUDUS, Kaifanews — Aroma kuliner tradisional dan jajanan tempo dulu mewarnai Pasar Kuliner Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus 1448 H yang digelar di Taman Menara atau Alun-alun Kulon Kudus.
Berbagai makanan khas yang mulai jarang ditemui kembali hadir dan berhasil menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Salah satu stan UMKM yang ramai dikunjungi adalah Kembang Cenil milik Eti Palupisari. Di lapaknya, pengunjung dapat menemukan beragam jajanan tradisional seperti getuk, ketan, lupis, klepon, putu mayang, ongol-ongol, sawut, tahu gejrot hingga rujak mangga.
Eti mengaku telah menekuni usaha kuliner tradisional tersebut selama kurang lebih 10 tahun. Meski tren makanan kekinian terus bermunculan, ia menilai jajanan tradisional masih memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat.
“Peminatnya masih banyak, terutama anak muda dan ibu-ibu. Ternyata jajanan seperti ini masih dicari dan disukai,” ujarnya saat ditemui di sela kegiatan Pasar Kuliner Buka Luwur pada Jumat 19 Juni 2026.
Menurutnya, salah satu daya tarik jajanan tradisional terletak pada cita rasa khas yang tidak lekang oleh waktu. Selain itu, bahan-bahan yang digunakan relatif sederhana dan telah dikenal masyarakat sejak lama.

Kehadiran Pasar Jadul dalam rangkaian tradisi Buka Luwur Sunan Kudus menjadi momentum untuk mengenalkan kembali kuliner warisan leluhur kepada generasi muda. Tak sedikit pengunjung yang sengaja datang untuk bernostalgia dengan makanan yang pernah populer pada masanya.
Meski harus bersaing dengan berbagai produk kuliner modern, Eti mengaku penjualannya tetap stabil. Bahkan dalam sejumlah kegiatan keramaian, omzet yang diperoleh bisa mencapai jutaan rupiah.
“Peluangnya masih terbuka asal konsisten, kalau ramai seperti event-event begini bisa sampai sekitar Rp2 juta lebih,” katanya.
Selain mengikuti Pasar Kuliner Buka Luwur, Eti juga rutin berjualan di berbagai kegiatan masyarakat seperti Car Free Day, Car Free Night, serta sejumlah event yang digelar di Kabupaten Kudus.
Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau. Untuk satu porsi jajanan tradisional dijual mulai Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Selain melayani pembelian langsung, Kembang Cenil juga menerima pesanan untuk berbagai acara.
Pasar Kuliner Buka Luwur sendiri menghadirkan puluhan pelaku UMKM yang menyajikan beragam makanan khas daerah. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga upaya melestarikan kekayaan kuliner tradisional yang menjadi bagian dari identitas budaya Kudus.
Di tengah derasnya perkembangan kuliner modern, keberadaan jajanan tradisional seperti getuk, klepon, lupis dan putu mayang membuktikan bahwa cita rasa warisan leluhur masih mampu menarik minat masyarakat lintas generasi.
“Alhamdulillah sampai sekarang masih banyak yang mencari. Anak-anak muda juga banyak yang beli,” tandasnya. (*)








