KUDUS, Kaifanews — Bagi pencinta kuliner tradisional, kawasan belakang Bank BCA Ahmad Yani Kudus menyimpan cita rasa yang tak lekang oleh waktu. Di Jalan Dr. Ramelan, Magersari, Panjunan, berdiri sederhana lapak Pecel Sayur Mbak Tri, atau yang lebih akrab disebut Pecel BCA Kudus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Kuliner ini bukan pendatang baru. Mbak Tri bercerita, usaha pecel tersebut sudah dimulai sejak era 1990-an, berawal dari sang ibu yang berjualan dengan cara dipanggul keliling.

“Dari tahun 90-an ibu saya sudah keliling jualan dengan dipanggul. Setelah BCA berdiri, kami akhirnya menetap jualan di belakang sini sampai sekarang,” ujar Mbak Tri pada Selasa (3/2/2026).

Meski telah melewati berbagai perubahan zaman, keautentikan pecel tetap dipertahankan. Pecel disajikan menggunakan pincuk daun pisang, menghadirkan aroma dan sensasi khas yang kini mulai jarang ditemui di perkotaan.

“Keaslian dan kesederhanaan ini masih kami jaga, termasuk makannya pakai pincuk daun pisang,” katanya.

Seporsi pecel berisi beragam sayuran segar seperti bayam, kangkung, kacang turi, cambah, dan daun pepaya. Pelanggan juga bisa menambahkan berbagai lauk, mulai dari telur dadar, tempe, tahu, gorengan, hingga sate usus dan sate telur puyuh.

Cita rasa pecel semakin kuat dengan bumbu kacang racikan sendiri yang menjadi ciri khas utama yang dijual Rp. 10 ribuan per porsi.

“Bumbu pecelnya kami buat sendiri, resep keluarga. Itu yang bikin banyak pelanggan cocok dengan lidahnya,” tutur Mbak Tri.

Tak heran, warung pecel ini selalu ramai pembeli. Dalam sehari, sekitar 100 porsi bisa habis dinikmati pelanggan dari berbagai latar belakang.

“Yang datang ke sini bukan cuma warga biasa, tapi juga pegawai kantoran sampai pelancong dari luar kota,” ucapnya.

Pecel BCA Kudus buka setiap hari Senin hingga Jumat mulai pukul 09.00 WIB hingga sekitar pukul 14.30 WIB, atau tutup lebih cepat jika dagangan telah habis. Sementara pada hari Sabtu dan Minggu, lapak ini tutup. Mbak Tri juga melayani pesanan untuk acara.

“Saya juga menerima pesanan untuk dipanggil, bisa hubungi nomor 085727331771,” katanya.

Tak jauh dari lapak pecel, disebelahnya juga terdapat kuliner tradisional lain yang tak kalah autentik, yakni Nasi Liwet Mbak Henny Belakang BCA atau yang lebih dikenal sebagai nasi opor khas Solo. Mbak Henny mengaku merupakan generasi penerus usaha keluarga.

“Saya generasi penerus, dulu ibu saya asli Solo dan saya melanjutkan berjualan sampai sekarang,” ujar Mbak Henny.

Satu porsi nasi liwet berisi nasi dengan sambal goreng siam, ayam suwir, tahu, telur, dan disiram kuah opor gurih. Menu ini dijual dengan harga Rp17 ribu per porsi.

Mbak Henny mengaku bersyukur karena warungnya kerap dikunjungi berbagai kalangan, termasuk pimpinan daerah.

“Alhamdulillah, Pak Bupati Samani dan Bu Wakil Bupati Bellinda juga sesekali mampir ke sini,” ungkapnya.

Untuk pemesanan, Mbak Henny menetapkan minimal order 100 porsi dan dapat dihubungi melalui nomor 081328029393.

Selain pecel dan nasi liwet, kawasan belakang BCA Kudus juga diramaikan penjual rujak ulek dengan potongan buah segar serta warung mi ayam yang sudah buka sejak pagi.

Deretan kuliner sederhana ini menjadikan area tersebut sebagai salah satu titik favorit berburu sarapan dan makan siang tradisional di Kota Kudus.