KUDUS, Kaifanews – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kudus menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mendukung kelancaran tradisi Dandangan 2026 yang digelar menjelang bulan Ramadan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pengaturan arus kendaraan diberlakukan mulai pukul 16.00 WIB hingga kegiatan selesai, terutama di kawasan pusat kota Kudus yang menjadi lokasi utama lapak Dandangan.

Kasatlantas Polres Kudus AKP Royke Noldy Darean mengatakan rekayasa lalu lintas dilakukan guna mengantisipasi kepadatan kendaraan sekaligus menjamin keselamatan masyarakat yang memadati area tradisi tahunan tersebut.

“Rekayasa arus lalu lintas ini kami siapkan untuk memastikan kegiatan Dandangan berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami mengimbau masyarakat mematuhi arahan petugas serta menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan,” ujar AKP Royke Noldy Darean saat dihubungi Minggu (8/2/2026).

Berdasarkan skema yang disiapkan, sejumlah ruas jalan di sekitar pusat kota akan mengalami pengalihan arus. Dari arah barat atau Jalan Jepara–Kudus, kendaraan diarahkan berbelok melalui jalur alternatif menuju Jalan KH Ahmad Dahlan dan Jalan Veteran untuk menghindari pusat keramaian Dandangan.

Sementara kendaraan dari arah timur, khususnya Jalan Jenderal Sudirman, diarahkan melalui Jalan Pemuda atau jalur lain di sekitarnya agar tidak masuk ke kawasan lapak Dandangan.

Pengaturan serupa juga dilakukan dari arah selatan, seperti Jalan Agus Salim dan Jalan AKBP Agil Kusumadya, yang dialihkan menuju ruas jalan alternatif untuk mengurai kepadatan di pusat kegiatan.

Mulai Pukul 16.00 WIB, Sejumlah Ruas Jalan Kudus Dialihkan untuk Dandangan, Ini Rutenya
Rekayasa lalu lintas mulai diberlakukan Minggu (8/2) pukul 16.00 WIB

Petugas juga menyiapkan sejumlah kantong parkir bagi pengunjung. Untuk sepeda motor disediakan di Jalan Puger, Jalan Wachid Hasyim, Jalan Kyai Telingsing, dan Jalan Pemuda.

Sedangkan parkir mobil diarahkan ke Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan DR Ramelan, Jalan Lukmonohadi, serta Jalan Pemuda.

Selain itu, beberapa titik simpang strategis seperti Perempatan Jember, Majapahit, Mangga, SMB, Simpang Peternakan, Simpang SMETA, dan Simpang Sucen menjadi fokus pengalihan arus guna menghindari penumpukan kendaraan.

AKP Royke menegaskan pihaknya akan menempatkan personel di sejumlah titik rawan kemacetan selama pelaksanaan Dandangan. Ia juga mengajak masyarakat menjaga ketertiban selama tradisi berlangsung.

“Kami berharap masyarakat bisa bekerja sama menjaga kelancaran lalu lintas. Tradisi Dandangan adalah kebanggaan masyarakat Kudus, sehingga perlu kita dukung bersama agar berlangsung aman dan nyaman,” katanya.

Tradisi Dandangan sendiri merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kudus dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan ini biasanya dipusatkan di kawasan Menara Kudus dan sekitarnya serta selalu menarik antusiasme masyarakat dalam jumlah besar setiap tahunnya.