KUDUS, Kaifanews – Manajemen pihak ketiga selaku pelaksana kegiatan Dandangan Kudus 2026 memastikan bahwa pelaksanaan tahun ini memberi ruang besar bagi produk lokal, khususnya pelaku usaha dari Kabupaten Kudus.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pelaksana Dandangan, Anjaz, menyampaikan bahwa sektor fashion yang mengisi stand pameran didominasi produk lokal. “Untuk fashion, sekitar 90 persen merupakan produk asli Kudus, dengan penempatan khusus di Blok A sebanyak 48 tenda,” jelasnya.

Selain menyiapkan area perdagangan, panitia juga memperkuat fasilitas pendukung kebersihan dengan menyediakan 20 titik tempat sampah, di mana setiap titik dilengkapi tiga tong sampah. Penyediaan sarana tersebut turut mendapat dukungan dari Bakti Lingkungan.

Dalam pelaksanaan tahun ini, panitia juga melibatkan berbagai pihak baru, termasuk mahasiswa serta Djarum Foundation, yang untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam penyelenggaraan Dandangan 2026.

Dari sisi keamanan dan layanan kesehatan, panitia menyiapkan 6 pos keamanan, 4 pos penyangga, serta pos kesehatan khusus yang ditempatkan di kawasan Taman Menara Kudus guna memastikan kenyamanan pengunjung selama kegiatan berlangsung.

Manajemen juga menambah durasi kegiatan. “Biasanya pelaksanaan sekitar 10 hari, namun tahun ini diupayakan bisa mencapai 12 hari untuk meningkatkan animo masyarakat,” ujar Anjaz.

Ia menambahkan, komposisi pedagang pada Dandangan tahun ini diprioritaskan bagi masyarakat lokal, dengan sekitar 80 persen pedagang berasal dari Kudus dan 20 persen dari luar daerah, sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga keberagaman produk yang ditawarkan kepada pengunjung.