JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Strategi Lepas Landas Ekonomi Nasional dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (17/2), guna memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tengah dinamika pasar global.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Presiden menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi titik balik bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan pendapatan menengah melalui optimalisasi sumber daya alam dan peningkatan kualitas sumber daya manusia secara masif.

Forum ini menjadi sinyal kuat bagi para investor bahwa pemerintah telah menyiapkan karpet merah melalui penyederhanaan birokrasi dan stabilitas makroekonomi demi mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Pemerintah memfokuskan strategi ini pada tiga pilar utama, yaitu kedaulatan pangan, kemandirian energi, dan digitalisasi sektor UMKM. Langkah ini diambil sebagai respons atas perlunya ketahanan nasional dalam menghadapi fluktuasi ekonomi global yang kian tidak menentu.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kemakmuran bangsa harus dirasakan hingga ke pelosok desa melalui perputaran ekonomi akar rumput yang kuat. Ia menuntut jajaran kabinetnya untuk tidak lagi bekerja dengan pola rutinitas biasa di tahun krusial ini.

“Kita tidak boleh lagi puas hanya sebagai eksportir bahan mentah; tahun 2026 adalah momentum bagi kita untuk melakukan lepas landas ekonomi melalui hilirisasi yang total dan pemberdayaan rakyat,” tegas Presiden Prabowo Subianto.

Kepala Negara juga menyoroti pentingnya efisiensi anggaran dan pemberantasan kebocoran negara sebagai modal utama pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi. Menurutnya, kepercayaan investor akan tumbuh seiring dengan perbaikan tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Setiap rupiah dari kekayaan negara harus digunakan untuk kepentingan rakyat, kita harus berani mengambil langkah-langkah yang tidak populer demi menyelamatkan masa depan ekonomi generasi mendatang,” lanjut Presiden di depan para menteri dan pelaku usaha.

Sektor pendidikan dan pelatihan vokasi akan mendapatkan perhatian khusus guna mencetak tenaga kerja yang adaptif terhadap teknologi industri terbaru. Presiden meyakini bahwa bonus demografi hanya akan menjadi berkah jika sumber daya manusianya memiliki daya saing internasional.

“Indonesia memiliki semua syarat untuk menjadi negara maju, yang kita butuhkan sekarang adalah disiplin nasional dan semangat untuk bersatu membangun ekonomi yang mandiri,” pungkas Prabowo.

Melalui forum Indonesia Economic Outlook 2026, pemerintah mengirimkan pesan optimisme bahwa stabilitas politik dan ekonomi adalah fondasi utama pembangunan. Keberhasilan strategi ini akan sangat bergantung pada implementasi di tingkat lapangan serta kolaborasi antara sektor publik dan swasta.