KUDUS – Lantunan ayat suci Al-Qur’an terdengar syahdu dari rumah Mas Aris saat waktu fajar mulai menyingsing pagi ini. Ia dengan penuh semangat menyantap hidangan sahur sederhana bersama keluarganya demi mengejar keberkahan di awal bulan Dzulhijjah.
Melaksanakan puasa sunah Tarwiyah dan Arafah menjadi amalan yang paling utama bagi umat muslim yang tidak sedang berhaji. Dua puasa ini memiliki keutamaan spiritual yang sangat besar karena bertepatan dengan momen puncak ibadah haji di tanah suci.
Pahala yang Allah janjikan untuk kedua puasa sunah ini sangat luar biasa bagi siapa saja yang ikhlas menjalaninya. Berikut adalah keutamaan utama puasa Tarwiyah dan Arafah yang wajib Anda ketahui untuk meningkatkan keimanan diri:
Menghapus Dosa Dua Tahun: Puasa Arafah dapat menghapuskan dosa-dosa kecil kita pada setahun yang lalu dan juga setahun yang akan datang.
Mendapat Ampunan Allah: Hari Arafah merupakan waktu yang paling banyak Allah gunakan untuk membebaskan hamba-Nya dari siksa api neraka.
Melipatgandakan Pahala Amal: Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijjah menjadi pembuka pintu berkah sebelum memasuki hari puncak wukuf para jemaah haji.
Mendekatkan Diri Kepada Pencipta: Menahan lapar di hari mulia ini melatih kesabaran jiwa dan membersihkan hati dari segala sifat buruk.
Seorang tokoh agama di Kudus menjelaskan bahwa puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 Dzulhijjah oleh umat Islam sedunia. Sementara itu, puasa Arafah ditunaikan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan momen jemaah haji sedang melakukan wukuf.
Beliau menyebutkan bahwa sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah waktu yang sangat dicintai oleh Allah untuk memperbanyak amal saleh. Oleh karena itu, umat muslim sangat dianjurkan untuk mengencangkan ikat pinggang dan memperbanyak zikir selama hari-hari istimewa tersebut. (*)








