KUDUS, Kaifanews — Suasana Ramadan 1447 Hijriah terasa semakin hidup di lingkungan Universitas Muhammadiyah Kudus (UMKU). Melalui kolaborasi civitas academica bersama Kantor Layanan (KL) Lazismu UMKU, berbagai kegiatan sosial dan keagamaan digelar untuk menyemarakkan bulan suci sekaligus memperkuat kepedulian sosial mahasiswa.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pembagian takjil gratis, pengajian Ramadan, bantuan bahan makanan, hingga lomba-lomba keislaman yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat.

Wakil Rektor III UMKU, Dr. Rizka Himawan, menjelaskan bahwa kegiatan berbagi takjil menjadi agenda rutin setiap hari selama Ramadan. Mahasiswa dari berbagai Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dilibatkan secara langsung dalam kegiatan tersebut.

“Sejak awal Ramadan, setiap hari ada sekitar 200 paket takjil sederhana yang dibagikan oleh Ormawa kepada masyarakat, baik di depan Kampus 1 maupun Kampus 2 UMKU,” ujarnya pada Senin (23/2/2026).

Tak hanya menyasar pengguna jalan, UMKU juga menyalurkan takjil ke sejumlah masjid dan musala Muhammadiyah di wilayah Kabupaten Kudus dan sekitarnya yang menggelar pengajian menjelang waktu berbuka puasa.

Selain pembagian takjil harian, UMKU turut menyiapkan program berbagi bahan pangan. Setiap pekan, sekitar 200 paket sayuran dan bahan makanan dibagikan kepada masyarakat usai pengajian Ahad pagi di Aula Muhammadiyah Kudus.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya kampus dalam menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat selama bulan Ramadan.

“Kami ingin Ramadan ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak sosial bagi masyarakat,” katanya.

UMKU juga dijadwalkan menjadi tuan rumah pengajian Ramadan yang diselenggarakan bersama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, sehingga memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan gerakan dakwah Muhammadiyah.

Untuk meningkatkan semangat religius di kalangan mahasiswa, UMKU turut menggelar berbagai lomba keislaman, mulai dari lomba dai, lomba qiro’ah, hingga kompetisi religi lainnya.

Menurut Rizka, kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan karakter mahasiswa agar mampu mengisi Ramadan dengan aktivitas positif sekaligus memperkuat nilai spiritual.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga memahami nilai empati sosial dan kepekaan terhadap kondisi masyarakat,” jelasnya.

Puncak rangkaian kegiatan Ramadan UMKU akan digelar pada 11 Maret mendatang melalui agenda buka puasa bersama yang melibatkan seluruh organisasi mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan kampus.

Ramadan sebagai Momentum Pendidikan Karakter

UMKU berharap seluruh kegiatan Ramadan dapat menjadi ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa dalam mengembangkan kepedulian sosial, solidaritas, serta nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga berbagai kegiatan positif ini membawa keberkahan bagi UMKU dan menjadi bekal mahasiswa untuk memahami realitas sosial masyarakat sekaligus memperkuat karakter keislaman mereka,” tandasnya.