SEMARANG, Kaifanews – Sebagai bentuk komitmen untuk menggali potensi dan memfasilitasi para talenta muda, Segi Film Institute menyelenggarakan workshop “Bikin Film Fiksi Sampai Jadi” bersama Tries Supardi, penulis dan sutradara, serta Argo Mukiono, sinematografer dan colorist, beberapa waktu lalu di Wakahouse, Jalan Palebon Raya, Kav A01, Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah.
Diikuti oleh pelajar dan mahasiswa, workshop ini mempelajari cara menulis skenario film, penyutradaraan, tata kelola produksi, sinematografi, hingga hal-hal di dalam proses pascaproduksi.
Pada hari pertama, peserta belajar menulis skenario, penyutradaraan, dan manajemen produksi sebuah film dari awal hingga akhir. Pada hari kedua, peserta belajar hal-hal teknis dalam produksi film, yaitu sinematografi, sound, dan editing.
Proses ini menyoroti bagaimana pentingnya aspek visual dalam sebuah film, diikuti aspek audio. Pada hari terakhir, peserta melakukan praktik produksi untuk membuat film. Di sini, peserta membentuk tim produksi dan menentukan peran yang telah disampaikan pada hari sebelumnya.
Adapun dalam proses produksi film, para peserta difasilitasi alat-alat yang disediakan oleh Waka Rent, serta studio scoring dan editing yang disediakan oleh Summer Creative Post sebagai bagian ekosistem kreatif dari Wakasie Group bersama Segi Film Institute.
“Produksi film ini bukan semata-mata untuk menghasilkan visual yang apik, melainkan menguji bagaimana setiap peserta dapat mengeksekusi materi yang telah diajarkan dengan peran spesifiknya dalam sebuah tim,” terang Tries Supardi sebagai pengajar sekaligus direktur Segi Film Institute saat ditemui pada Kamis 23 Juli 2026.
“Membuat film adalah kerja-kerja kolaboratif, tidak bisa jika hanya mengandalkan satu orang. Melalui kelas ini, para peserta dipertemukan satu sama lain, saling menemukan bakat, dan berkolaborasi sehingga dapat menghasilkan sebuah produk film yang utuh,” tambahnya.

Energi kolaborasi sangat terasa selama kelas berlangsung. Para talenta muda ini tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka menghidupkan suasana kelas dengan diskusi yang intens, meleburkan berbagai ide untuk akhirnya dieksekusi.
Salah satu peserta termuda yang tengah duduk di bangku kelas 3 SMP Karangturi Semarang, Keenan Julian Darmawan, merasakan keseruan mengikuti workshop membuat film fiksi sampai jadi.
Selain mendapatkan wawasan dan pengalaman langsung, ia juga merasa senang karena dapat bertemu dengan teman-teman yang memiliki ketertarikan yang sama di dunia film.
“Di sini jadi bisa ketemu temen-temen yang sama-sama suka film dan belajar bareng. Seneng rasanya. Apalagi tadi cerita yang saya tulis dipilih untuk difilmkan,” imbuhnya.
Selain untuk belajar dan berkarya, program ini memberi kesempatan kepada para peserta untuk terkoneksi langsung dengan tenaga profesional dan industri kreatif.
Argo Mukiono menambahkan, bahwa dirinya terkejut melihat bakat dan potensi yang dimiliki oleh para peserta.
“Saya agak dikejutkan dengan pondasi teknis teman-teman yang sudah cukup baik. Ada yang pintar dalam penulisan skenario dan penyutradaraan, lalu dalam pengoperasian kamera. Mereka benar-benar memanfaatkan kelas ini untuk mengulik lebih dalam potensi yang mereka punya,” jelasnya.
Ruang belajar ini merupakan kesempatan bagi siapa pun yang ingin belajar dan meningkatkan keterampilan dalam bidang perfilman, terutama para talenta muda yang butuh tempat untuk mengasah kemampuan mereka.
“Di Semarang, belum banyak ruang yang menyediakan tenaga dan fasilitas untuk teman-teman yang ingin belajar banyak soal perfilman. Dengan hadirnya ruang ini, kami berharap bisa mendukung minat bakat dan memaksimalkan potensi anak-anak muda Semarang,” kata Argo.(*)








